PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Proyek pengecatan jalur sepeda berwarna biru di Kota Palangka Raya menjadi sorotan publik setelah cat pada badan jalan tersebut cepat luntur dan viral di media sosial. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah mengakui adanya kesalahan dalam proses pengaplikasian cat.
Kepala Dinas PUPR Kalteng melalui Pelaksana Harian (Plh) Bina Marga Junaidi mengatakan, proses pengecatan tidak dilakukan dalam kondisi ideal sehingga hasilnya tidak maksimal. Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama cat mudah rusak.
“Pengaplikasiannya kurang tepat. Waktu pengerjaan seharusnya dilakukan dalam kondisi benar-benar kering, tetapi setelah dicat justru sering hujan sehingga proses pengeringannya lambat,” ujar Junaidi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, selain faktor cuaca, jenis cat yang digunakan juga dinilai kurang sesuai dengan kondisi lapangan. Ke depan, pihaknya berencana mengganti material menggunakan cat jenis Technok Plus dan menerapkan pola pengecatan tidak penuh pada badan jalan.
“Ke depan ini menjadi pelajaran bagi kami. Nanti pengecatannya tidak seluruh badan jalan, tetapi memakai pola per tiga meter sesuai aturan,” katanya.
Meski menuai kritik dari masyarakat, proyek jalur sepeda tersebut kemungkinan tetap akan dilanjutkan. Namun demikian, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan terkait kelanjutan pekerjaan tersebut.
“Kalau dilanjutkan, kami tetap menunggu petunjuk dari atas. Tapi kemungkinan tetap dilanjutkan,” ucapnya.
Terkait anggapan masyarakat bahwa cat yang digunakan berkualitas rendah, Junaidi membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan harga cat yang digunakan justru tergolong mahal.
“Kalau dibilang murah, tidak juga. Bahkan mahal. Tapi kalau pengaplikasiannya tidak pas, tetap tidak berguna,” jelasnya.
Menurut dia, kualitas material tidak akan memberikan hasil baik apabila proses pengerjaannya tidak sesuai prosedur. Ia pun mengibaratkan penggunaan cat mahal dengan kendaraan mewah yang dipakai di medan yang tidak sesuai.
“Cat itu satu pail bisa lebih dari satu juta rupiah,” tambahnya.
Junaidi mengatakan, pengecatan jalur sepeda dilakukan sebagai upaya menyediakan fasilitas olahraga sekaligus mempercantik kawasan Kota Palangka Raya, khususnya di titik-titik yang ramai digunakan masyarakat saat akhir pekan.
“Jalur sepeda di Palangka Raya kan belum ada. Jadi ini juga untuk memperindah kota, terutama di sekitar bundaran dan kawasan yang sering dipakai masyarakat berolahraga pada hari Minggu,” katanya.
Sementara itu, terkait besaran anggaran proyek, ia membenarkan nilai kegiatan berada pada kisaran Rp100 juta hingga Rp500 juta. Proyek tersebut dikerjakan dengan sistem swakelola.
“Pekerjaannya swakelola. Kami memerintahkan mencari tukang dan pekerja sendiri. Memang yang terjadi kemarin itu salah pengaplikasian,” ujarnya.
Pihaknya memastikan bagian jalur sepeda yang mengalami kerusakan akan dilakukan pengecatan ulang. Ia juga menegaskan pekerjaan tersebut hingga kini belum dibayarkan kepada pelaksana.
“Yang ada itu belum kami bayar. Nanti akan dicat ulang,” pungkasnya. ldw/ded-red











