-
PEMPROV KALTENG

Gubernur Kalteng Resmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA Isen Mulang Akademi

229
×

Gubernur Kalteng Resmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA Isen Mulang Akademi

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meresmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu “Isen Mulang Akademi” di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Palangka Raya, Rabu (15/7/2026). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat rehabilitasi yang memberikan layanan medis, psikologis, sosial, dan spiritual secara terpadu bagi penyalahguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

Peresmian dilakukan Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran yang diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng dr. Linae Victoria Aden. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalteng, Kepala BNN Kota Palangka Raya, Direktur RSJ Kalawa Atei beserta jajaran, pimpinan perguruan tinggi, tenaga kesehatan, psikolog, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Gubernur, dr. Linae Victoria Aden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gedung rehabilitasi tersebut.

Direktur RSJ Kalawa Atei, dr. Seniriaty  menyerahkan cendramata kepada dr. Linae Victoria Aden usai saat memotong pita peresmian Gedung Rehabilitasi NAPZA “Isen Mulang Akademi” di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Palangka Raya, Rabu (15/7/2026). FOTO TABENGAN/YULIANUS

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direksi Rumah Sakit Kalawa Atei, Dinas Kesehatan, BNN, serta seluruh pihak yang berkolaborasi sehingga terwujudnya Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu ini,” ujarnya.

Dikatakan, keberadaan Gedung Rehabilitasi NAPZA “Isen Mulang Akademi” merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, manusiawi, dan komprehensif bagi masyarakat Kalteng.

“Gedung rehabilitasi ini merupakan wujud komitmen pelayanan kesehatan yang lebih baik, manusiawi, dan komprehensif bagi masyarakat Kalimantan Tengah, terutama dalam melawan dan menangani penyalahgunaan NAPZA,” katanya.

Sambutan Direktur RSJ Kalawa Atei, dr. Seniriaty  saat peresmian Gedung Rehabilitasi NAPZA “Isen Mulang Akademi” di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Palangka Raya, Rabu (15/7/2026). FOTO TABENGAN/YULIANUS

Ia menjelaskan, nama “Isen Mulang” dipilih karena memiliki filosofi yang kuat sebagai semboyan masyarakat Dayak Kalteng yang berarti pantang menyerah dan terus berjuang. Semangat tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para pasien dalam menjalani proses pemulihan.

“Setiap orang yang pernah jatuh, masih bisa bangkit. Pemulihan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih berdaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Linae menegaskan rehabilitasi bukan sekadar menghentikan penggunaan zat terlarang, melainkan proses pemulihan manusia secara utuh.

“Kita ingin rehabilitasi tidak hanya berhenti menggunakan zat terlarang, melainkan proses memulihkan manusia secara utuh dan total. Oleh sebab itu, saya berharap gedung ini menjadi pusat layanan yang benar-benar hidup, tempat pelayanan medis, psikologis, sosial, spiritual, dan rehabilitatif berjalan secara terpadu,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan NAPZA merupakan persoalan bersama yang harus dihadapi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

MENINJAU FASILITAS -dr. Linae Victoria Aden bersama Direktur RSJ Kalawa Atei, dr. Seniriaty saat Hospital Tour ke beberapa unit layanan unggulan di RS Kalawa Atei, Rabu (15/7/2026). FOTO TABENGAN/YULIANUS

“Penyalahgunaan NAPZA merupakan musuh bersama yang kita hadapi dari tingkat keluarga, sosial, dan pemerintahan. Oleh karena itu diperlukan tindakan yang holistis, yaitu kerja sama dalam pencegahan, edukasi, pengobatan, pendampingan, dan reintegrasi sosial,” ungkapnya.

Menurut Linae, banyak faktor yang menyebabkan seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, mulai dari lingkungan, kondisi psikologis, hingga kurangnya dukungan sosial. Karena itu, pendekatan rehabilitasi harus dilakukan secara menyeluruh.

“Jangan biarkan ada pihak yang terabaikan. Marilah bahu-membahu dalam memerangi penyalahgunaan NAPZA dengan cara yang tegas, cerdas, dan penuh tanggung jawab. Lindungi keluarga kita, lindungi anak-anak kita, bangun lingkungan yang sehat,” pesannya.

Sementara itu, Direktur RSJ Kalawa Atei, dr. Seniriaty, dalam laporannya mengatakan pembangunan Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu merupakan jawaban atas kebutuhan layanan rehabilitasi yang komprehensif di Kalteng.

“Upaya penanganan penyalahgunaan NAPZA harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, edukasi, deteksi dini, pengobatan, rehabilitasi, pendampingan keluarga, sampai reintegrasi sosial. Rumah Sakit Kalawa Atei menjawab kebutuhan tersebut melalui pembangunan Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu sebagai sarana layanan yang aman, terarah, profesional, dan berkesinambungan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung tersebut didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025.

Gedung rehabilitasi memiliki kapasitas 11 kamar yang terdiri atas ruang VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi ruang konseling, aula serbaguna, laundry mandiri, dan ke depan akan dilengkapi perpustakaan sebagai sarana edukasi dan pembinaan pasien.

Program rehabilitasi disusun melalui tahapan detoksifikasi dan program reguler dengan lama rehabilitasi sekitar 90 hari, disesuaikan hasil asesmen dan kebutuhan klinis masing-masing pasien.

Dalam mendukung pelayanan, RSJ Kalawa Atei telah memiliki tenaga profesional yang terdiri atas tiga dokter spesialis kedokteran jiwa, satu dokter spesialis kedokteran jiwa subspesialis adiksi, satu dokter spesialis kedokteran jiwa subspesialis anak dan remaja, enam psikolog, tiga konselor khusus NAPZA, serta didukung tenaga keperawatan, administrasi, keamanan, dan tenaga pendukung lainnya.

Menurut Seniriaty, nama “Isen Mulang Akademi” dipilih sebagai simbol semangat pantang menyerah sekaligus menggambarkan tempat pembinaan dan pembelajaran yang terstruktur bagi para pasien selama menjalani rehabilitasi.

“Kami berharap Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu ini menjadi tonggak penting penguatan layanan rehabilitasi NAPZA di Kalimantan Tengah. Keberhasilan layanan ini membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, keluarga, masyarakat, BNN, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, dunia kerja, dan seluruh mitra terkait,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, RSJ Kalawa Atei juga meluncurkan inovasi layanan SOBAT KALAWA (Siap Antar Obat Kalawa Atei) yang memberikan layanan pengantaran obat kepada masyarakat di wilayah Kota Palangka Raya.

“Layanan SOBAT KALAWA kami hadirkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menghadirkan kemudahan, serta memastikan kesinambungan pengobatan bagi pasien,” jelas Seniriaty.

Mengakhiri acara, Pj Sekda Kalteng atas nama Gubernur secara resmi meresmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA “Isen Mulang Akademi”.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gedung Rehabilitasi NAPZA ‘Isen Mulang Akademi’ Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei saya nyatakan diresmikan,” ucap Linae.

Ia berharap kehadiran fasilitas tersebut mampu menjadi pusat pemulihan yang memberikan harapan baru bagi para penyintas penyalahgunaan narkoba.

“Semoga gedung ini menjadi tempat lahirnya harapan baru, tempat pemulihan yang bermartabat, dan tempat bangkitnya kembali anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pembacaan pantun bertema antinarkoba sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat Kalteng untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan NAPZA serta mendukung penguatan layanan kesehatan yang berkualitas, dan dengan kegiatan Hospital Tour ke beberapa unit layanan unggulan di RS Kalawa Atei. ldw/ded-red

 

-
-
-