KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Seruyan memastikan dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kuala Pembuang untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya, menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Plh Sekda Kabupaten Seruyan Bahrun Abbas mengatakan, penghentian sementara operasional dapur dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selama masa tersebut, berbagai aspek akan dievaluasi, mulai dari sanitasi, higiene, hingga pemeriksaan laboratorium sebagai dasar perbaikan.
“Yang pasti saat ini sudah disuspensi. Selanjutnya Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan ulang, termasuk terkait sanitasi, higiene, serta pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk melakukan perbaikan,” ujar Bahrun Abbas.
Ia menjelaskan, apabila seluruh persyaratan kesehatan dan kelayakan telah dipenuhi, maka dapur MBG dapat kembali direkomendasikan untuk beroperasi. Sementara itu, hasil pemeriksaan laboratorium maupun perkembangan evaluasi teknis akan disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) MBG yang membawahi wilayah tersebut.
Menurut Bahrun, insiden ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola dapur MBG di Kabupaten Seruyan. Seluruh penyelenggara diminta menjalankan operasional sesuai regulasi yang berlaku serta memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan demi menjamin kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
“Semua harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan secara rutin, terutama terhadap sumber air yang digunakan. Persyaratan kesehatan juga wajib dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kasus dugaan keracunan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena jumlah pelajar yang terdampak cukup banyak. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius karena jumlah korbannya cukup banyak. Syukurnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau sampai ada korban jiwa tentu dampaknya akan jauh lebih besar,” pungkas Bahrun.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga dikonsumsi siswa keracunan di Seruyan telah diterbitkan pada 1 Agustus 2026. Dinas Kesehatan Seruyan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah menemukan adanya kandungan bakteri pada salah satu menu makanan yang sebelumnya disajikan kepada penerima manfaat.
Sebelumnya, pada tanggal 1 Agustus 2026 hasil pemeriksaan laboratorium terhadap menu MBG sudah dirilis dan hasilnya memang positif mengandung bakteri pada salah satu menu.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Seruyan M Raffin Dwi Akbar, Senin (3/8/2026) membenarkan infor tersebut.
Menurut Raffin, temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dilakukannya evaluasi terhadap pengelolaan SPPG. BGN menjatuhkan sanksi terhadap SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I yang mendistribusikan menu makanan tersebut.
“Perihal kejadian menonjol kemarin sudah kami laporkan dan sudah kami follow up ke pimpinan pusat serta sudah mendapat tanggapan. SPPG yang mendistribusikan, yakni SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, telah mendapatkan punishment dari BGN berupa pemberhentian sementara operasional,” ujar Raffin
Sementara belasan pelajar dan guru di Kabupaten Seruyan sempat menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang karena diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kini seluruh siswa telah diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah masing-masing. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Kuala Pembuang 1, Yanuar Maulana, memastikan tidak ada lagi pasien yang masih menjalani perawatan akibat kejadian tersebut hingga Senin (3/8/2026) sore.zul/jsi-red











