Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemprov Kalteng terus memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah. Dukungan melalui operasi udara masih dilakukan, untuk membantu mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau oleh tim di darat.
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengatakan, saat ini masih terdapat 3 helikopter water bombing yang dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kalteng.
Menurutnya, tiga helikopter tersebut merupakan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain armada untuk pemadaman, pemerintah juga mendapat dukungan satu helikopter patroli, yang difungsikan untuk memantau kondisi di lapangan.
“Water bombing masih 3 helikopter yang membantu kita dari BNPB. Ada juga satu helikopter patroli,” ujar Agustan di Palangka Raya, Rabu (12/8).
Ia menjelaskan, keberadaan helikopter water bombing menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla, khususnya ketika lokasi kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat. Dengan dukungan dari udara, proses pembasahan dan pemadaman dapat dilakukan, pada area yang membutuhkan penanganan cepat.
Kendati demikian, Agustan menegaskan, operasi pemadaman tidak semata-mata bergantung pada dukungan udara. Penanganan tetap dilakukan secara terpadu, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, serta kemampuan personel dan sarana yang tersedia.
“Namun, penanganan tetap dilakukan dengan melihat kondisi lapangan, serta mengutamakan keselamatan personel yang bertugas,” katanya.
Agustan menekankan, keselamatan petugas menjadi prioritas dalam setiap operasi penanganan karhutla. Karena itu, apabila kondisi di lapangan dinilai membahayakan, petugas tidak akan dipaksakan untuk melakukan pemadaman.
“Kita tetap melihat situasi di lapangan. Penanganan tidak boleh dipaksakan apabila kondisi membahayakan petugas,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, petugas di lapangan dan unsur terkait diperlukan, untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif. Dukungan helikopter juga diharapkan mampu mempercepat respons, ketika ditemukan titik api di lokasi yang sulit diakses.
Selain pemadaman, keberadaan helikopter patroli juga berperan dalam membantu pemantauan dari udara. Informasi hasil pemantauan dapat menjadi bahan bagi petugas, untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai kondisi di lapangan.
Dengan masih beroperasinya 3 helikopter water bombing dan satu helikopter patroli, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalteng dapat dilakukan lebih optimal, serta potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan sejak dini.ldw/ded-red











