-
Nasional

KUNJUNGAN PRESIDEN RI, Bantu Kalteng, Prabowo: Hentikan Karhutla dan Tindak Pelaku Pembakaran

113
×

KUNJUNGAN PRESIDEN RI, Bantu Kalteng, Prabowo: Hentikan Karhutla dan Tindak Pelaku Pembakaran

Sebarkan artikel ini
SETOP KARHUTLA- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, KSAD TNI, Wakapolri, Pangdam XXII/TB, Kapolda Kalteng saat melaksanakan kunjungan ke Kota Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (22/8/2026) sore. Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Presiden meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi langkah-langkah penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Presiden menegaskan pentingnya langkah mitigasi dan pengendalian secara cepat agar kebakaran tidak semakin meluas. Ia juga meminta seluruh pejabat terkait menyampaikan kebutuhan penanganan di lapangan sehingga pemerintah dapat segera memberikan dukungan.

“Saya kira biar kita bisa melihat situasi, kita ikuti terus. Kita ambil langkah-langkah mitigasi. Yang penting kita segera hentikan perluasan,” kata Prabowo.

Presiden mengatakan, pemerintah akan terus menambah dukungan peralatan untuk mempercepat penanganan karhutla, termasuk helikopter dan peralatan pendukung pemadaman.

“Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya dan berusaha penuhi. Setiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air. Semua perlengkapan kita penuhilah,” ujarnya.

Prabowo berharap upaya bersama tersebut dapat segera mengendalikan karhutla. Ia juga mengingatkan, pemerintah memiliki pengalaman menghadapi karhutla dengan kondisi yang lebih parah pada tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berharap kita segera, segera mengendalikan. Kalau kita lihat sejarah tahun-tahun yang dulu, setelah lebih parah, kita mampu mengatasi kalau kita tindak,” katanya.

Presiden menegaskan, apabila ditemukan pihak yang terbukti menyebabkan atau melakukan pembakaran secara melanggar hukum, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau benar-benar terbukti, ya kita tindak. Kita akan tindak sesuai dengan hukum dan alat-alat,” tegas Prabowo.

Setibanya di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Presiden Prabowo langsung menerima paparan dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran beserta jajaran mengenai kondisi dan penanganan karhutla di wilayah Kalteng.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, kondisi karhutla di wilayahnya relatif lebih terkendali dibandingkan sejumlah daerah lain. Ia menyebut jumlah titik panas yang terpantau sejak Januari hingga Agustus cukup tinggi, tetapi tidak seluruhnya berujung pada kebakaran.

“Januari sampai Agustus, kami masih di angka hampir 20 ribu titik api, ya, titik api. Tapi bukannya kebakaran. Kebakaran cuma 1.600 lebih sekian,” ujar Agustiar.

Menurutnya, luasan lahan yang terbakar di Kalteng juga relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain yang turut terdampak karhutla.

“Yang kebakar cuma seribuan. Kalau yang lain kan hampir 40 ribu. Sekarang urutan sembilan seluruh Indonesia kami,” katanya.

Agustiar menambahkan, tren karhutla di Kalteng menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Tren tahun ke tahun turun. Artinya, ada yang bekerja. Tapi bekerja ini semuanya elemen masyarakat yang ada di Kalimantan. Tentunya TNI, Polri, kami semua,” ujarnya.

Dalam penanganan karhutla, Agustiar menyebut dukungan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting. Presiden Prabowo, kata dia, memberikan arahan agar seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi dan mitigasi.

“Ya, tentunya arahan kami terus berkolaborasi, mitigasi. Kalau sudah berbicara karhutla, pasti kita berbicara juga kekurangan air,” kata Agustiar.

Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan dan dukungan peralatan yang diberikan pemerintah pusat untuk memperkuat upaya pemadaman serta pencegahan karhutla di Kalteng.

“Beliau sudah banyak membantu kami, seperti bor, semprot, dan banyak sekali. Kami sangat berterima kasih. Mungkin menjadi petunjuk banget kami untuk bekerja, untuk membangun Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Terkait pembangunan sumur bor, Agustiar menyebut kebutuhan Kalteng akan terus dipenuhi sesuai kondisi di lapangan. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 unit, dengan jumlah yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

“Awal 1.000. Berapa pun dibutuhkan Kalteng, beliau siap, selama untuk kepentingan Kalimantan,” katanya.

Agustiar memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung penanganan karhutla. Selain anggaran daerah, dukungan pemerintah pusat juga dinilai sangat membantu kelancaran operasi di lapangan.

“Ya, tentunya sudah ada dana. Sudah banyak. Artinya, tentunya di kami pun belum habis,” ujarnya.

Ia mengatakan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama penanganan karhutla erlangsung.

“Beliau selalu kita berkomunikasi. Beliau minta kepada kami, kalau ada hal yang takutnya ada hal yang tidak diinginkan, dilakukan, tentunya bantu-bantu untuk peralatan supaya mampu lancar semuanya,” kata Agustiar.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh elemen masyarakat pun terus memperkuat upaya pencegahan dan pemadaman. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Kalteng menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terkoordinasi, dan didukung dengan kebutuhan peralatan maupun sumber daya yang memadai.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, kunjungan Presiden ke Kalimantan merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat penanganan karhutla secara terpadu dan serentak.

“Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo langsung terbang menuju Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan serentak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Teddy, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo sehari sebelumnya. Kepala Negara telah memerintahkan jajaran pimpinan TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menangani karhutla di empat provinsi terdampak.

“Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat menangani karhutla di empat provinsi terdampak di Kalimantan,” ujarnya.

Pembagian tugas tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terpadu, dan serentak. Setiap wilayah mendapatkan penanggung jawab dari unsur TNI dan Polri sesuai arahan Presiden.

Untuk Kalimantan Barat, penanganan karhutla ditugaskan kepada Panglima TNI bersama Kapolri. Sementara di Kalimantan Tengah, penanganan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bersama Wakapolri.

Kemudian di Kalimantan Selatan, Presiden menugaskan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama Astamaops Polri. Sedangkan untuk Kalimantan Timur, Wakil Panglima TNI bersama Komandan Korps Brimob Polri ditugaskan turun langsung menangani karhutla.

Teddy menegaskan, Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran bergerak cepat dan optimal agar kebakaran dapat segera dikendalikan. Penanganan tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekaligus memungkinkan warga kembali menjalankan aktivitas secara normal.

“Presiden menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” kata Teddy. ldw/ded-red

-
-
-