-
Ekobis

KABUT ASAP MAKIN PEKAT-Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Dibatalkan, Sejumlah Pesawat Batal Mendarat

320
×

KABUT ASAP MAKIN PEKAT-Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Dibatalkan, Sejumlah Pesawat Batal Mendarat

Sebarkan artikel ini
TERTUTUP KABUT ASAP-Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Minggu (30/8/2026) pukul 14.10 WIB.FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kondisi cuaca yang semakin memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Minggu (30/8/2026).
Sejumlah penerbangan Super Air Jet tujuan Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang pada hari itu terpaksa dibatalkan (cancel flight) akibat kondisi cuaca yang dinilai tidak memungkinkan untuk mendukung operasional penerbangan.

Sementara itu, penerbangan Citilink dengan tujuan Jakarta dan Surabaya masih menunggu perkembangan kondisi cuaca hingga pukul 17.00 WIB. Apabila hingga batas waktu tersebut tidak terjadi perubahan kondisi cuaca yang memungkinkan, penerbangan tersebut berpotensi mengalami pembatalan.
Informasi mengenai kondisi penerbangan tersebut disampaikan pihak terkait Bandara Tjilik Riwut pada Minggu sore. Penyesuaian jadwal maupun pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan penerbangan.

Kondisi ini menjadi perkembangan terbaru setelah sehari sebelumnya, Sabtu (29/8/2026), kabut asap juga telah mengganggu sejumlah aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

General Manager (GM) Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan berdasarkan hasil monitoring selama periode 1–29 Agustus 2026, tercatat lima observasi jarak pandang berada di bawah 1.000 meter.

Jarak pandang terendah tercatat hanya 300 meter pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan. Dalam periode yang sama, tercatat lima kejadian atau movement penerbangan terdampak yang melibatkan empat nomor penerbangan dengan total keterlambatan mencapai 290 menit.

Selain keterlambatan, terdapat satu kejadian Return to Base (RTB), satu Go Around, satu Holding, satu penerbangan yang harus standby menunggu perbaikan kondisi cuaca, serta satu penerbangan yang masih menunggu keberangkatan dari bandar udara asal atau Waiting at Origin.

“Untuk pembatalan penerbangan, berdasarkan data monitoring yang kami miliki sampai dengan saat ini belum terdapat data pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh kabut asap,” jelas I Made Darmawan, Sabtu (29/8/2026).

Namun, kondisi tersebut kemudian berkembang pada Minggu (30/8/2026), dengan adanya pembatalan sejumlah penerbangan Super Air Jet akibat cuaca yang semakin memburuk.

I Made sebelumnya menegaskan bahwa keputusan terkait keberangkatan, pendaratan, holding, maupun RTB merupakan kewenangan penerbang dan operator penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi aktual serta batas keselamatan penerbangan.

Menurutnya, kondisi jarak pandang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, terutama akibat kabut asap dan kondisi cuaca. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan, penerbangan dapat mengalami penundaan, holding, Go Around, hingga RTB.
“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Setiap keputusan operasional selalu mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang aktual serta ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku,” tegasnya.

Mengantisipasi kondisi kabut asap yang semakin pekat, Bandara Tjilik Riwut terus melakukan monitoring terhadap cuaca dan jarak pandang serta memperkuat koordinasi dengan AirNav Indonesia dan maskapai penerbangan.
Bandara juga memastikan kesiapan personel dan fasilitas operasional. Apabila terjadi penurunan jarak pandang yang signifikan, kondisi aktual tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah operasional penerbangan.

“Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap tenang dan memantau informasi penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai maupun Bandara Tjilik Riwut,” pungkas I Made.

Sementara itu, data terbaru mengenai jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut pada Minggu (30/8/2026) masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari pihak bandara. Perkembangan kondisi tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberlangsungan penerbangan yang masih dijadwalkan pada hari ini.

Penumpang yang terdampak perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan diimbau mengikuti informasi dan arahan dari maskapai masing-masing serta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terkonfirmasi. rmp/rca-red

-
-
-