-
Spirit Kalteng

Krisis Air Bersih, Warga Sematu Jaya Manfaatkan Air Sungai

134
×

Krisis Air Bersih, Warga Sematu Jaya Manfaatkan Air Sungai

Sebarkan artikel ini
KRISIS AIR BERSIH- Sarjo, salah seorang warga Bina Bhakti Kecamatan Sematu Jaya tengah mengambil air sungai untuk kebutuhan mandi dan cuci. FOTO TABENGAN/KARAMOI
-

NANGA BULIK/TABENGAN.CO.ID- Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lamandau telah berlangsung hampir tiga bulan lamanya. Kondisi ini mengakibatkan kekeringan yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Sematu Jaya.

Sumber air warga seperti sumur-sumur yang ada di sekitaran pemukiman kini telah mengering dan tidak lagi mengeluarkan air, dan memaksa masyarakat mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah keterbatasan, sungai yang terletak di Desa Tri Tunggal, Kecamatan Sematu Jaya menjadi satu-satunya pilihan utama warga. Meski lokasinya terbilang cukup jauh, antara 4 sampai 5 Km dari pemukiman, sungai tersebut tetap menjadi tujuan warga mengambil air.

Selama hampir sebulan terakhir, tak sedikit warga yang terpaksa harus menempuh perjalanan jauh baik menggunakan sepeda motor maupun mobil pick up untuk mengambil air di sungai itu.

“Saya sudah 6 kali ambil air di (sungai) ini. Ya untuk menghemat pengeluaran lah, karena kalau beli terus lama-lama ya lumayan juga,” ungkap Sarjo, salah seorang warga Desa Bina Bhakti, Kecamatan Sematu Jaya, Senin (14/9/2026).

Dia mengaku air sungai yang diambilnya itu hanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci sehari-hari. Sedangkan untuk kebutuhan memasak dan minum, dirinya memilih beli dengan harga Rp150 ribu per 1.200 liter.

Kondisi ini dirasakan sangat berat oleh masyarakat, terlebih belum ada tanda-tanda turun hujan di wilayah tersebut.kar/rca-red

 

-
-
-