SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Pelarian SS, terduga pelaku penembakan yang menewaskan pelajar SD berinisial RVL (13) di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berakhir pada Minggu (20/9/2026) dini hari. Ia diamankan sekitar pukul 02.45 WIB setelah petugas bersama warga menyisir kawasan perkebunan kelapa sawit.
Usai diamankan, SS langsung dievakuasi oleh tokoh masyarakat bersama aparat menuju Polsek Parenggean sebelum dibawa ke Sampit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses pengamanan itu, Kepala Desa Tumbang Sepayang, Akwila, dan Ketua RT setempat turut mendampingi guna menghindari amukan massa.
“Bersama ketua RT, saya mengamankan pelaku dari massa untuk dibawa ke Polsek Parenggean dan akan dibawa ke Sampit,” kata Akwila saat dikonfirmasi.
Penangkapan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan sejak Sabtu (19/9) malam. Polisi, pemerintah desa, dan warga menyisir sejumlah titik di kawasan perkebunan yang diduga menjadi lokasi pelarian terduga pelaku.
Sebelumnya, RVL meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan dari senjata angin jenis PCP (Pre-Charged Pneumatic) di sekitar mess karyawan perkebunan sawit, Sabtu (19/9/2026).
Berdasarkan informasi sementara, senjata itu diduga sedang dicoba oleh SS yang bekerja sebagai pemanen di PT Unggul Lestari. Senjata tersebut disebut milik tetangganya. Saat hendak dicoba, diduga masih terdapat peluru di dalam laras sehingga senjata meletus dan mengenai korban.
Korban yang masih duduk di bangku kelas V SD mengalami luka tembak di bagian bawah ketiak. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Santuai untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani visum, namun nyawanya tidak tertolong.
Setelah insiden itu, SS diduga meninggalkan lokasi hingga akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan pada Minggu dini hari.
Akwila juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun grup WhatsApp, terutama terkait foto dan identitas seseorang yang disebut sebagai pelaku.
“Informasi yang belum terverifikasi bisa memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kini, SS telah diserahkan kepada pihak kepolisian. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab senjata PCP tersebut meletus hingga menewaskan korban. Keterangan terduga pelaku dan para saksi akan menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap secara pasti rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut. may/fwa-red











