-
Spirit Kalteng

12.566 Hektare Lahan Kalteng Terbakar, Polisi Sikat 39 Kasus Pembakaran

199
×

12.566 Hektare Lahan Kalteng Terbakar, Polisi Sikat 39 Kasus Pembakaran

Sebarkan artikel ini
KARHUTLA- Tim Satgas Karhutla Kobar tengah melakukan pemadaman api di lahan yang ada ruas jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. FOTO ISTIMEWA  
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) terus mengintensifkan upaya mitigasi dan penanganan darurat menyusul tingginya akumulasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bumi Tambun Bungai.

Langkah ini dilakukan sebagai komitmen bersama dalam mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap. Berdasarkan data harian dan infografis akumulasi karhutla per 17 September 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat total keseluruhan titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Kalteng telah mencapai 134.242 titik.

Kabupaten Gunung Mas mencatatkan luas lahan terbakar seluas 356,2 hektare, sedangkan wilayah Katingan mencakup area seluas 324,1 hektare. Di wilayah Seruyan, total lahan yang terdampak Karhutla mencapai 1.371 hektare, sementara di Kabupaten Lamandau seluas 288,9 hektare.

Kabupaten Kotawaringin Barat mencatatkan luas lahan terbakar sebesar 2.321 hektare, dan wilayah Sukamara seluas 643,7 hektare. Wilayah dengan catatan luas lahan terdampak cukup tinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mencapai 2.579 hektare.

Di ibu kota provinsi, yakni Kota Palangka Raya, luas lahan yang terbakar tercatat seluas 581,1 hektare, disusul oleh Kabupaten Pulang Pisau seluas 1.573 hektare.

Untuk wilayah DAS Barito, Kabupaten Barito Timur mencatatkan lahan terbakar seluas 190,2 hektare, Barito Selatan seluas 957,6 hektare, Kapuas seluas 984,3 hektare, dan Barito Utara seluas 230,9 hektare.

Terakhir, wilayah Kabupaten Murung Raya mencatatkan luas lahan terdampak Karhutla terkecil dalam data tersebut, yakni seluas 165,9 hektare.

Sementara itu, luas area terdampak berdasarkan laporan lapangan dan interpretasi citra satelit Landsat 8 OIF/IRIS seluas 12.566,55 hektare, dengan total kejadian Karhutla mencapai 3.692 kasus.

Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Satgas Gabungan terus bergerak cepat di lapangan untuk memadamkan titik api guna menekan laju kerusakan lingkungan serta dampak kesehatan bagi masyarakat.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk dukungan personel gabungan sebanyak 10.700 orang, serta menyiagakan 6 unit helikopter dan 1 unit pesawat patroli (OMC) untuk memaksimalkan operasi pemadaman darat maupun udara,” ujar Ahmad Toyib, Kamis (17/9/2026).

Toyib merinci, dari total puluhan ribu titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, beberapa wilayah mencatatkan sebaran kejadian yang cukup signifikan. Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kapuas menjadi salah satu daerah dengan sebaran hotspot dan kejadian tertinggi yang memerlukan perhatian ekstra dari tim satuan tugas.

Selain berfokus pada pemadaman api, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat kabut asap serta potensi kebakaran. Berdasarkan data posko penanganan, tercatat adanya 91.342 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta 22.533 kasus diare yang diderita masyarakat di tengah kondisi musim kemarau ini.

Sebagai langkah penegakan hukum dan efek jera terhadap oknum pembakar lahan, aparat gabungan juga telah memproses sebanyak 39 kasus penegakan hukum (law enforcement).

Pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kepedulian lingkungan serta tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar

“Peran aktif dari masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan sangat penting dalam mencegah terjadinya pelonjakan kasus Karhutla. Mari bersama-sama kita wujudkan Kalteng yang aman, sehat, dan bebas kabut asap,” tegas Toyib. ldw/ded-red

 

-
-
-