PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Peralatan yang selama ini digunakan relawan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya justru hilang dari posko.
Dua rol selang pemadam milik Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Seth Adji raib digondol maling yang sebelumnya digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla di kawasan Jalan Adonis Samad pada Selasa (15/9/2026) malam.
Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas CCTV di sekitar posko. Dalam rekaman terlihat dua orang mendatangi lokasi dan mengambil peralatan pemadam. Keduanya terlihat mengenakan jaket hoodie berwarna putih dan hitam.
Saat anggota BPK Seth Adji hendak mengecek sekaligus merapikan perlengkapan, dua rol selang yang sebelumnya masih tersedia di belakang bak mobil terbuka kini sudah hilang saat diperiksa.
Salah satu Anggota BPK Seth Adji, Kholis, mengatakan, kedua selang tersebut baru saja digunakan dalam penanganan karhutla. Setelah selesai melakukan pemadaman, para anggota kembali ke posko dalam kondisi lelah sehingga perlengkapan belum sempat ditata dan dirapikan.
“Dua rol selang itu memang baru digunakan untuk kegiatan pemadaman karhutla di kawasan Jalan Adonis Samad. Setelah kegiatan selesai malam hari, kondisi anggota sudah lelah sehingga peralatan belum sempat kami rapikan,” ujar Kholis saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Saat hendak merapikan perlengkapan pada keesokan harinya, relawan mendapati dua rol selang sudah tidak berada di tempatnya. Dari tiga rol yang sebelumnya dimiliki BPK Sethajie, kini hanya tersisa satu rol yang masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pemadaman.
“Besoknya ketika mau dirapikan, dua rol selang itu sudah tidak ada. Dari tiga rol yang kami punya, sekarang tinggal satu yang bisa digunakan,” ungkapnya.
Kholis menjelaskan, keterbatasan selang dapat memengaruhi proses pemadaman di lapangan. Terlebih, relawan kerap menghadapi kondisi titik api yang berada cukup jauh dari kendaraan maupun sumber air.
“Selang ini sangat penting saat pemadaman, apalagi kalau titik api jauh dari sumber air atau kendaraan. Kalau selang terbatas, tentu kami juga kesulitan untuk menjangkau titik api,” jelasnya.
Menurut Kholis, hilangnya perlengkapan pemadam bukan kali pertama dialami BPK Seth Adji. Sebelumnya, relawan juga kehilangan sejumlah peralatan lain, termasuk kotak sumbangan dan mesin pompa yang digunakan dalam kegiatan pemadaman.
“Ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga pernah ada kotak sumbangan dan mesin pompa yang hilang. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena peralatan yang kami miliki memang digunakan untuk membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran,” tutup Kholis.
Kejadian tersebut belum dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian. Rekaman CCTV selanjutnya disebarluaskan melalui media sosial sebagai upaya untuk mengenali orang yang diduga mengambil peralatan tersebut. dte/fwa-red











