PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap meningkatnya permintaan oksigen medis.
Kondisi tersebut dirasakan salah satu agen pengisian oksigen di Palangka Raya, CV Palangka Gas. Permintaan oksigen kini tidak hanya datang dari pasien dengan penyakit tertentu, tetapi juga masyarakat umum yang sebelumnya tidak memiliki kebutuhan khusus terhadap oksigen.
Manager CV Palangka Gas, Elfi, mengatakan pada kondisi normal, permintaan oksigen umumnya berasal dari pasien yang menjalani cuci darah serta penderita penyakit jantung dan paru-paru.
Namun, seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, masyarakat dalam kondisi kesehatan normal juga mulai membeli oksigen untuk kebutuhan di rumah.
“Kalau hari-hari biasa kami biasanya menyuplai untuk orang yang cuci darah, penyakit jantung, atau paru-paru. Nah, kalau sekarang ini orang normal juga ikut memakai,” ujar Elfi saat ditemui, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, CV Palangka Gas menyediakan dua ukuran tabung oksigen, yakni tabung kecil berkapasitas 1 meter kubik dan tabung besar berkapasitas 6 meter kubik.
Dari kedua ukuran tersebut, peningkatan permintaan paling terlihat pada tabung kecil yang banyak digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun rumah tangga. Dalam kondisi normal, permintaan tabung kecil hanya sekitar 20 tabung per minggu. Saat kabut asap meningkat, jumlah tersebut melonjak hingga sekitar 60 tabung per minggu.
“Untuk tabung kecil, biasanya permintaan hanya sekitar 20 tabung per minggu, tetapi sekarang bisa melonjak hingga 60 tabung per minggu,” jelasnya.
Selain kebutuhan masyarakat umum, permintaan tabung oksigen berukuran besar dari sejumlah instansi juga mengalami peningkatan. Elfi menyebut permintaan tabung berkapasitas 6 meter kubik, termasuk dari Dinas Kesehatan, yang sebelumnya sekitar 20 tabung per bulan, kini dapat mencapai 40 hingga 50 tabung dalam sepekan.
Untuk harga isi ulang, CV Palangka Gas mematok Rp90.000 untuk tabung berkapasitas 1 meter kubik. Sementara pengisian tabung berkapasitas 6 meter kubik dikenakan biaya Rp135.000.
Elfi menjelaskan, pelayanan pengisian oksigen dilakukan dengan sistem pre-order (PO) atau pelanggan terlebih dahulu menitipkan tabung untuk diisi ulang. Hal tersebut lantaran proses pengisian oksigen dilakukan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Sistemnya pelanggan menitipkan tabung dulu karena pengisian dilakukan di Banjarmasin. Jika menitip pagi ini, biasanya barang baru datang keesokan harinya atau lusa, sekitar satu sampai dua hari,” paparnya.
Meski fokus utama CV Palangka Gas berada pada sektor industri, perusahaan tersebut tetap melayani kebutuhan oksigen medis bagi masyarakat umum, khususnya untuk kebutuhan pribadi. Pelayanan tersebut telah dilakukan sejak masa pandemi Covid-19.
Elfi mengatakan, peningkatan permintaan oksigen akibat kabut asap saat ini memang belum sebesar ketika pandemi Covid-19. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut cukup signifikan dan menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan oksigen di tengah kondisi kualitas udara Palangka Raya yang memburuk.
“Walaupun peningkatannya tidak separah saat Covid-19 dulu, kenaikan permintaan akibat kabut asap saat ini terbilang cukup signifikan,” pungkasnya. rmp/rca-red











