PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya H. Nadalsyah, mantan Bupati Barito Utara (Barut) yang akrab disapa Koyem. Tokoh dari Partai Demokrat Kalteng itu dikabarkan meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) malam.
Agustiar mengenang Nadalsyah sebagai sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan politik dan pemerintahan daerah. Menurutnya, banyak hal yang telah dilalui bersama, termasuk dinamika dan kompetisi politik pada tahun 2025.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum H. Nadalsyah atau Koyem,” kata Agustiar, di Kobar, Selasa (6/10/2026).
Ia menyampaikan bahwa perjalanan politik tidak semestinya menjadi sekat dalam membangun daerah. Setelah masa kompetisi berakhir, seluruh pihak harus kembali bersatu dan bersama-sama memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Banyak suka dukanya. Sukanya juga kami rasakan, terutama pada tahun 2025 kami berkompetesi tetapi ketika kompetisi berakhir, kita bersatu. Ini luar biasa,” ujarnya.
Agustiar menegaskan, persatuan menjadi hal penting dalam membangun Kalteng. Perbedaan pilihan dan kepentingan dalam sebuah kompetisi merupakan hal yang wajar, namun setelah kompetisi selesai seluruh elemen masyarakat harus kembali bergandengan tangan.
“Kita tidak boleh bersekat-sekat untuk membangun daerah ini. Setelah permainan selesai, kita harus bersatu dan berkolaborasi,” tegasnya.
Menurut Agustiar, semangat persatuan dan kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kalteng. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kepentingan masyarakat dan daerah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, di mana pun tempatnya, kita mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan juga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.
Agustiar mengatakan, kepergian Nadalsyah menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama, meskipun sebelumnya pernah berada dalam perbedaan pilihan maupun kompetisi politik.
Ia pun berharap segala kebaikan dan pengabdian almarhum selama hidup dapat menjadi kenangan bagi masyarakat, khususnya warga Barito Utara dan Kalteng.
“Beliau telah memberikan banyak hal dan pengabdian. Semoga apa yang telah beliau lakukan menjadi kebaikan dan menjadi pelajaran bagi kita semua,” katanya.
Namun, Agustiar mengungkap untuk melayat ke tempat almarhum dengan waktu dan kondisi yang ada tidak memungkinkan.
“Untuk melayat karena kondisi jarak pandang begini seperti juga tidak sempat jika lewat darat, namun di lubuk hati paling dalam kita tetap mendoakan,” pungkasnya.ldw/ded-red











