-
PENDIDIKAN

Hujan Redakan Asap, PTM di Kalteng Masih Dievaluasi

43
×

Hujan Redakan Asap, PTM di Kalteng Masih Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdik Provinsi Kalteng M. Reza Prabowo-Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan. FOTO ISTIMEWA 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hujan yang mengguyur wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam beberapa hari terakhir mulai membawa perubahan terhadap kondisi cuaca, khususnya di Kota Palangka Raya yang sebelumnya diselimuti kabut asap pekat. Meski kondisi cuaca berangsur membaik, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng belum mengambil kebijakan baru terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Sebelumnya, Disdik Kalteng memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama beberapa bulan terakhir sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi kabut asap yang berdampak pada kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Seiring turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di sejumlah wilayah, terutama Palangka Raya, mulai menunjukkan perbaikan. Namun, perubahan tersebut belum menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk langsung mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah.

Kepala Disdik Provinsi Kalteng M. Reza Prabowo mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan lingkungan sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.

“Untuk pembelajaran tatap muka, sampai saat ini masih dalam evaluasi. Kami melihat perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut,” ujar Reza, di Palangka Raya, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, perbaikan cuaca yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menentukan kelanjutan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Meski demikian, aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama.

“Boleh pantau PJJ di sini ya, sudah kami integrasikan dengan informasi ISPU di setiap sekolah https://kelashumabetang.id/posko-karhutla,” katanya.

Ia menegaskan, kebijakan pembelajaran tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan turunnya hujan atau berkurangnya kabut asap secara kasat mata. Kondisi kualitas udara juga perlu menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar tidak menimbulkan risiko bagi siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.

“Memang kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir mulai membaik, tetapi kami tetap harus melihat perkembangan secara menyeluruh. Karena itu, kebijakan terkait pembelajaran tatap muka masih menunggu hasil evaluasi,” katanya.

Dengan demikian, pelaksanaan PJJ masih menjadi skema pembelajaran yang diterapkan sembari menunggu keputusan lebih lanjut dari Disdik Kalteng. Pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan langkah yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan serta keselamatan seluruh warga sekolah.

Masyarakat, khususnya orang tua peserta didik, diimbau untuk menunggu informasi resmi dari Disdik Kalteng terkait kemungkinan perubahan sistem pembelajaran. Apabila kondisi dinilai telah memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan PTM, kebijakan lanjutan diharapkan dapat disampaikan melalui pengumuman resmi.

PTM Palangka Raya Tunggu Evaluasi

Meski cuaca mulai cerah seiring turunnya hujan dua hari terakhir, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Disdik masih memantau perkembangan kualitas udara, kondisi titik api, serta prakiraan cuaca sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan menjelaskan, pihaknya masih memantau perkembangan kondisi hingga Rabu (28/10/2026) siang, evaluasi pelaksanaan PTM akan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk kadar partikel halus PM2.5 dan kondisi asap di lingkungan sekolah.

“Hari (Selasa) ini sampai besok (Rabu) siang kita masih memonitor perkembangan titik api serta kadar pm 2.5. Evaluasi untuk menentukan kembali PTM akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara, kadar asap di lingkungan sekolah, serta prediksi cuaca dari BMKG,” kata Vico, Selasa (27/10/26).

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara menyeluruh karena tingkat paparan asap di setiap wilayah tidak selalu sama. Oleh sebab itu, kondisi di masing-masing sekolah juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan apakah pembelajaran tatap muka sudah aman untuk dilaksanakan kembali.

“Kami akan melihat perkembangan kondisi secara menyeluruh, baik berdasarkan data kualitas udara maupun pengamatan langsung di lingkungan masing-masing sekolah, karena kondisi paparan asap dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah sekolah dapat kembali menggelar PTM atau masih perlu melanjutkan PJJ.

Pertimbangan utama dalam mengambil keputusan tersebut adalah keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan. Di sisi lain, keberlangsungan proses belajar mengajar juga tetap menjadi perhatian pemerintah.

Hujan yang turun dalam dua hari terakhir memang membawa harapan baru setelah kabut asap selama beberapa bulan mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Namun, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan perubahan cuaca dalam waktu singkat.

Diketahui, pelaksanaan PJJ dijadwalkan berakhir pada 28 Oktober 2026. Menjelang berakhirnya kebijakan tersebut, evaluasi kondisi lingkungan menjadi penentu apakah para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas atau harus menjalani pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu.

Disdik berharap kondisi udara di Palangka Raya segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal. Kendati demikian, kepastian penerapan PTM tetap menunggu hasil pemantauan dan evaluasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan. ldw/ded/nws/fwa-red

 

 

-
-
-