-
OPINI

Momentum hari sumpah pemuda, Dr. Ari Yunus Hendrawan Gagas dan Mulai Gerakan Dayak Reformed For Generations (DRG)

47
×

Momentum hari sumpah pemuda, Dr. Ari Yunus Hendrawan Gagas dan Mulai Gerakan Dayak Reformed For Generations (DRG)

Sebarkan artikel ini

Memaknai Sumpah Pemuda melalui pembaruan peradaban Dayak, penyelamatan generasi, penguatan keluarga, dan persiapan pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Dr. Ari Yunus Hendrawan
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-28 OKTOBER 2026-Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dr. Ari Yunus Hendrawan menggagas sekaligus menginisiasi gerakan Dayak Reformed for Generations (DRG) sebagai gerakan pembaruan peradaban Dayak yang berorientasi pada penyelamatan generasi, penguatan keluarga, pembentukan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, serta penyiapan kepemimpinan masa depan.

Momentum 28 Oktober tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah persatuan pemuda Indonesia, tetapi juga sebagai titik awal untuk membangun tanggung jawab baru terhadap masa depan generasi Dayak. Semangat persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menjawab tantangan kehidupan masyarakat, terutama dalam melindungi generasi muda dari narkoba, memperkuat keluarga, memperluas kesempatan pendidikan, dan membentuk manusia yang berintegritas.

Melalui DRG, Dr. Ari Yunus Hendrawan mendorong perubahan cara pandang: masa depan Dayak tidak cukup dijaga dengan kebanggaan terhadap identitas dan warisan leluhur, tetapi harus dibangun melalui pembaruan manusia, keluarga, pola pendidikan, budaya kerja, dan kepemimpinan.

DRG: Gerakan pembaruan peradaban Dayak

Dayak Reformed for Generations merupakan gagasan dan gerakan pembaruan peradaban Dayak yang menempatkan generasi sebagai pusat perhatian dan tanggung jawab lintas generasi sebagai landasan perjuangan.

Kata Dayak menegaskan akar identitas, sejarah, kebudayaan, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan masyarakat Dayak. Kata Reformed menyatakan keberanian untuk memperbaiki pola pikir, kebiasaan, sistem pembinaan, dan praktik kehidupan yang menghambat kemajuan. Sementara itu, for Generations menegaskan bahwa setiap tindakan hari ini harus memperhitungkan keselamatan, kualitas hidup, dan masa depan generasi berikutnya.

DRG bukan ajakan untuk meninggalkan adat dan nilai luhur. Sebaliknya, DRG mendorong agar nilai-nilai tersebut tetap hidup dan diwujudkan dalam keluarga yang kuat, pendidikan yang bermutu, karakter yang berintegritas, persatuan yang kokoh, serta kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Memaknai Sumpah Pemuda dengan menyelamatkan generasi

Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan pentingnya persatuan dan cita-cita bersama. Dalam konteks masyarakat Dayak, semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi komitmen untuk memastikan generasi muda memiliki perlindungan, kesempatan berkembang, dan masa depan yang lebih baik.

Ancaman narkoba, lemahnya pendampingan keluarga, persoalan pendidikan, dan terbatasnya pembinaan karakter memerlukan keterlibatan bersama. Perlindungan generasi bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab keluarga, tokoh adat, pendidik, pemuda, organisasi masyarakat, dan seluruh unsur masyarakat.

DRG mendorong pencegahan narkoba sejak dini, penguatan ketahanan keluarga, pendampingan generasi muda, perluasan kesempatan pendidikan, serta penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap jaringan peredaran narkoba.

Atas dasar itu, DRG membawa seruan:

*Selamatkan Generasi Dayak Berapapun Harganya!*

Seruan ini merupakan komitmen moral untuk tidak menyerah dalam melindungi kehidupan, martabat, karakter, pendidikan, dan masa depan generasi Dayak melalui tindakan yang nyata, bertanggung jawab, serta sesuai dengan hukum.

Lima pilar gerakan DRG

Sebagai arah awal pelaksanaan, DRG menempatkan lima pilar sebagai fondasi gerakan:

  1. Spiritualitas dan moralitas, untuk memperkuat orientasi hidup, tanggung jawab, dan integritas.
  2. Keluarga, sebagai fondasi pembentukan karakter dan perlindungan generasi.
  3. Pemuridan dan pembinaan karakter, melalui keteladanan, pendampingan, disiplin, dan pembelajaran berkelanjutan.
  4. Huma Betang dan identitas Dayak, untuk merawat budaya, persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
  5. Pendidikan dan karya, untuk meningkatkan kompetensi, kemandirian, produktivitas, dan kontribusi generasi bagi masyarakat.

Kelima pilar ini perlu diterjemahkan ke dalam program konkret, kemitraan, pendampingan, serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi secara berkala.

Menyiapkan Generasi Dayak menuju Indonesia Emas 2045

DRG memandang Indonesia Emas 2045 sebagai momentum strategis untuk meningkatkan peran generasi Dayak dalam pembangunan daerah dan nasional. Harapan lahirnya pemimpin nasional dari Dayak harus disiapkan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, prestasi, integritas, dan pengabdian.

Kebanggaan terhadap identitas harus disertai kompetensi. Semangat persatuan harus disertai kemampuan bekerja sama. Dan cita-cita kepemimpinan harus dibangun melalui proses pembentukan manusia yang bertanggung jawab.

Karena itu, DRG mengajak keluarga, tokoh adat, pendidik, pemuda, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak untuk menjadikan perlindungan serta pemberdayaan generasi sebagai agenda bersama.

Memulai Gerakan, Membangun Keberlanjutan

Momentum Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi titik awal pengenalan dan pengembangan DRG. Tahap berikutnya perlu diarahkan pada konsolidasi gagasan, penyusunan agenda prioritas, pembentukan jejaring kolaborasi, pelaksanaan program percontohan, dan evaluasi hasil.

DRG perlu dinilai bukan dari banyaknya slogan, melainkan dari perubahan nyata: keluarga yang semakin kuat, generasi muda yang semakin terlindungi, akses pendidikan yang meningkat, karakter yang terbentuk, dan semakin luasnya kesempatan untuk berkarya serta memimpin.

Menjaga Akar. Memperbarui Cara. Membangun Generasi.

Melalui gagasan DRG, momentum Sumpah Pemuda ditegaskan sebagai ajakan untuk bergerak bersama. Menjaga warisan leluhur berarti juga bertanggung jawab terhadap masa depan; mencintai Dayak berarti turut memastikan generasinya memperoleh kesempatan untuk hidup, belajar, berkembang, dan berkarya.

*Selamatkan Generasi Dayak Berapapun Harganya!*

 

-
-
-