-
Spirit Kalteng

DWP KOTIM BELAJAR KOMUNIKASI DENGAN PENYANDANG DISABILITAS

82
×

DWP KOTIM BELAJAR KOMUNIKASI DENGAN PENYANDANG DISABILITAS

Sebarkan artikel ini
-

DWP Kotim gelar pertemuan rutin bulanan digelar DWP Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD ) Kotim di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kotim. FOTO ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan wawasan dan kepedulian anggotanya melalui pertemuan rutin bulanan. Pada pertemuan rutin bulan November 2026 yang digelar DWP Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD ) Kotim di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kotim, peserta mendapatkan materi khusus mengenai cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.

Ketua DWP BKAD Kotim Arbatina Rihel mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan materi yang belum pernah diberikan sebelumnya. Melalui kegiatan tersebut, para anggota DWP diharapkan dapat memahami cara berkomunikasi yang baik dan tepat dengan penyandang disabilitas.

“Kami mencoba memberikan materi yang berbeda dari biasanya. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, ibu-ibu bisa mendapatkan pengetahuan baru, termasuk mengenal beberapa kata atau ungkapan sederhana yang umum digunakan dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir narasumber Utari Riambarwati dan Maspidah yang merupakan Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Kotim. Keduanya berbagi pengalaman dan kisah inspiratif mengenai pentingnya membangun lingkungan yang inklusif serta memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas. Selain itu dalam kesempatan itu juga pada anggota DWP Kotim diajarkan sejumlah bahasa isyarat untuk menyapa penyandang disabilitas.

Disampaikan bahwa hingga saat ini penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari akses pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik yang belum sepenuhnya ramah disabilitas.

Karena itu, diperlukan kepedulian dan pemahaman bersama agar setiap orang dapat diperlakukan secara hormat dan setara tanpa memandang keterbatasan fisik. Salah satunya dengan menghindari penggunaan bahasa yang merendahkan serta memahami cara menyampaikan informasi agar dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, Ketua DWP Kotim Rani Asi Diana Setiawan mengapresiasi materi yang diberikan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota DWP untuk memperoleh pengalaman baru, sekaligus belajar secara langsung mengenai komunikasi dengan penyandang disabilitas.

Ia mengatakan, kemampuan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas memang membutuhkan pembiasaan dan kemauan untuk belajar. Karena itu, anggota DWP yang ingin mencoba dan mempraktikkan secara langsung diberikan kesempatan agar mendapatkan pengalaman baru.

“Ini pertama kali dilakukan dan dipraktikkan. Mungkin nanti ibu-ibu bisa belajar bersama. Untuk bisa berkomunikasi dengan baik tentu tidak mudah, perlu pembiasaan. Siapa yang mau belajar, dipersilakan, supaya mendapatkan pengalaman baru dan tidak hanya mengikuti kegiatan dengan materi yang itu-itu saja,” ungkapnya.

Melalui pertemuan rutin tersebut, DWP Kotim berharap pengetahuan dan kepedulian anggota terhadap penyandang disabilitas semakin meningkat. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih ramah, terbuka, dan inklusif bagi semua kalangan. (May/jsi-red)

-
-
-