-
DPRD PALANGKA RAYA

Khemal Minta Pemko Hadirkan Program Pemulihan Dampak Karhutla

25
×

Khemal Minta Pemko Hadirkan Program Pemulihan Dampak Karhutla

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Khemal Nasery. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya meninggalkan persoalan kabut asap dan kerusakan lingkungan, tetapi juga berimbas pada kondisi ekonomi masyarakat. Aktivitas usaha yang terganggu hingga menurunnya pendapatan menjadi tantangan yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Khemal Nasery, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya agar menghadirkan berbagai inovasi program ekonomi guna mempercepat pemulihan masyarakat pascakarhutla.

Menurutnya, dampak karhutla turut dirasakan pelaku usaha kecil, pekerja informal hingga sektor perdagangan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas masyarakat sekaligus menurunkan daya beli apabila tidak diikuti langkah pemulihan yang tepat.

Khemal mengatakan, pemerintah perlu menyusun strategi yang mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan program ekonomi daerah yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Inovasi program ekonomi daerah menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya, Minggu (8/11/2026).

Selain menghadirkan program baru, ia juga menilai pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus diperkuat. Sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

Ia menambahkan, persoalan pengangguran juga harus menjadi perhatian serius pemerintah. Terutama bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan maupun mengalami penurunan aktivitas usaha akibat dampak karhutla.

“Saya berharap berbagai program pemulihan ekonomi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, dengan melibatkan pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Khemal menegaskan, upaya pemulihan pascakarhutla tidak boleh hanya terfokus pada penanganan bencana dan dampak lingkungan. Pemerintah juga perlu memastikan kondisi ekonomi masyarakat kembali membaik melalui program nyata yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta menekan angka pengangguran di Kota Palangka Raya. nws/fwa-red

 

-
-
-