FOTO : Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Perlindungan kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik di tengah ancaman kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu menjadi perhatian serius. Salah satu upaya yang dinilai penting yakni memastikan ketersediaan alat penyaring udara atau air purifier di sekolah-sekolah secara merata.
Hal tersebut menjadi perhatian Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari. Ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya agar penyediaan air purifier tidak hanya menyasar sekolah tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan yang membutuhkan.
Menurut Rana, keberadaan alat penyaring udara dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan sehingga peserta didik maupun tenaga pendidik memiliki lingkungan belajar yang lebih sehat, terutama ketika kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya.
Ia menilai, upaya melindungi kesehatan anak-anak di lingkungan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dukungan dari berbagai pihak juga perlu dibuka, termasuk melalui bantuan penyediaan fasilitas penyaring udara.
Namun, Rana mengingatkan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar berorientasi pada kepentingan kemanusiaan dan tidak disertai kepentingan lain di luar tujuan tersebut.
“Kalau ada bantuan, silakan diterima dengan catatan tidak ada kepentingan lain. Murni untuk kemanusiaan dan menjaga kesehatan anak-anak serta tenaga pendidik,” ujarnya, Kamis (5/11).
Ia berharap, pemerataan fasilitas air purifier dapat menjadi bagian dari langkah perlindungan kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh siswa di sekolah tertentu, tetapi juga seluruh peserta didik yang membutuhkan.
Rana juga mendorong Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemetaan kebutuhan setiap sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar penyediaan alat penyaring udara dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
“Dalam situasi karhutla dan kabut asap, kepentingan serta kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (nws/fwa-red











