Ekobis

BI Dorong UMKM Kalteng Tembus Pasar Global

40
×

BI Dorong UMKM Kalteng Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
BI Dorong UMKM Kalteng Tembus Pasar Global
Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Yura A Djalins

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Yura A Djalins menyampaikan capaian vaksinasi yang terus meningkat, sejalan dengan jumlah kasus Covid-19 yang menurun.
Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada membaiknya kondisi konsumsi rumah tangga yang pada akhirnya turut mendorong ekonomi Kalteng pada tahun 2021 bertumbuh sebesar 3,40 persen (yoy), lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang masih mengalami kontraksi sebesar 1,41 persen (yoy).
Disebutkan pula bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2021, antara lain didorong oleh peningkatan ekspor barang dan jasa mencapai sebesar 5,94 persen (yoy), dimana kontribusi ekspor terhadap ekonomi Kalimantan Tengah tercatat mencapai 47,26 persen.
Dan apabila ditinjau berdasarkan struktural, lanjut Yura, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas sektor pertambangan, dimana berdasarkan data Bank Indonesia kontribusi komoditas batu bara pada tahun 2021 mencapai sekitar 61,51persen dari total ekspor barang dan jasa.
Melihat prakiraaan era sunset batu bara yang dimulai pada tahun 2026, seiring upaya global menurunkan emisi karbon, maka Bank Indonesia dan pemerintah daerah terus mendorong UMKM Kalteng untuk naik kelas serta mampu memasarkan produknya secara global (ekspor).
Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam beberapa tahun terakhir yang terus mendorong UMKM agar meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya melalui berbagai kegiatan pelatihan serta kurasi yang dilakukan.
Termasuk mendorong UMKM untuk go digital melalui kegiatan onboarding UMKM dalam bentuk pelatihan pemasaran produk secara digital pada berbagai platform penjualan online yang tersedia, maupun fasilitasi penyediaan website belanjakalteng.com khusus untuk pemasaran produk UMKM Kalteng.
“Langkah selanjutnya, setelah UMKM dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya serta go digital, adalah mendorong UMKM kita untuk dapat bersaing dan masuk di pasar global,” kata Yura, belum lama ini.
Diakuinya, saat ini peluang produk UMKM untuk di ekspor sangat luas, mulai dari kebijakan pemerintah yang mempermudah ekspor produk UMKM sampai pada banyaknya keberadaan start-up atau aggregator yang siap menghubungkan produk UMKM kepada pelanggan/ konsumen di luar negeri.
“Dengan wilayah yang luas, Kalteng tentunya memiliki banyak potensi komoditas yang berpotensi untuk diekspor, antara lain seperti sarang burung walet, kerajinan rotan, ubi porang, udang vaname, ikan botia, dan saluang,” bebernya.dsn