PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) strategi pengembangan perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Layanan Perpustakaan di 32 provinsi di seluruh Indonesia. Salah satunya di Kalteng sendiri, yang digelar di Swissbellhotel Danum Palangka Raya, dengan melibatkan jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) di seluruh kabupaten/kota.
Bimtek di Kalteng mengambil tema strategi pengembangan perpustakaan teknologi informasi dan komunikasi, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial 2022. Acara itu dibuka sekaligus ditutup secara langsung oleh Dispursip Kalteng, melalui fasilitasi oleh Perpusnas RI.
Menurut Plt Kadispursip Kalteng melalui Kabid Pengembangan Perpustakaan dan PGM Dispursip Kalteng Elahni Hajati, transformasi perpustakaan memiliki peranan signifikan, dalam meningkatkan kemampuan masyarakat.
Dijelaskannya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, serta menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan prioritas nasional pembangunan manusia.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando menuturkan, dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah melalui perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK.
“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, diharapkan memberi inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Adapun bimtek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah, tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.
Materi bimtek mencakup penguatan literasi untuk membangun masyarakat melalui transformasi perpustakaan, literasi digital, strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, hingga literasi data dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru.drn











