SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Perputaran uang yang terjadi di Pekan Raya Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikatakan mencapai Rp15 miliar.Ketua Pekan Raya Sampit, Rahmat Noor mengatakan, meskipun sempat terganggu cuaca buruk selama tiga hari diguyur hujan namun acara tersebut tetap sukses menyedot perhatian masyarakat.
“Tiga hari hujan deras sehingga pengunjung turun drastis. Tapi tujuh hari lainnya, pengunjung membeludak sehingga perputaran uang masih cukup tinggi,” katanya usai menutup acara, Senin (5/6/2022) malam.
Rahmat mengakui, perputaran uang dalam kegiatan kali ini turun jika dibanding dengan kegiatan sebelumnya yang mencapai Rp25 miliar. Meski perputaran uang dalam kegiatan yang berlangsung selama 10 hari tersebut sedikit lebih rendah, namun Rahmat menilai hasilnya termasuk cukup bagus. Pedagang pun senang karena pendapatan mereka tetap menghasilkan keuntungan lumayan.
Saat hujan deras mengguyur, jumlah pengunjung banyak berkisar 200 orang. Namun saat cuaca bagus, jumlah pengunjung melonjak berkisar 6.000 sampai 8.000 orang/hari.
Seperti saat malam penutupan ini, pengunjung sangat membeludak. Bahkan ada yang menyarankan agar waktu kegiatan diperpanjang, namun panitia tetap berpegang pada jadwal semula.
Rahmat menyampaikan terima kasih kepada bupati, wakil bupati dan semua pihak terkait yang telah mendukung sehingga Pekan Raya Sampit berjalan lancar. Acara penutupan juga diisi penyerahan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba foto sejarah Kota Sampit yang hasil karyanya dipamerkan selama Pekan Raya Sampit berlangsung.
“Harapan saya selalu penyelenggara kegiatan, kegiatan ini bisa rutin digelar. Mudah-mudahan kegiatan ini kembali didukung pada 2023 agar kita bisa terus mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi . Dua kali kita gelar, antusias pedagang maupun masyarakat sangat tinggi,” harap Rahmat.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim ) mengapresiasi pencapaian perputaran uang pada pelaksanaan pekan raya sampit yang dilaksanakan di stadion 29 November Sampit mencapai Rp15 miliar.
Bupati Kotim Halikinnor mengungkapkan jika pencapaian perputaran uang yang mencapai belasan miliar tersebut merupakan angka yang fantastis namun dirinya tidak heran dikarenakan selama ini masyarakat terkurung tak bisa ke mana-mana karena kondisi pandemi covid -19. Sehingga ketika disediakan kegiatan salah satunya bazar, animo masyarakat tinggi karena memang selama ini masyarakat juga dinilainya kurang hiburan.
“Tidak heran antusias pengunjung yang datang sangat tinggi untuk itu Pemerintah Kabupaten juga sangat mendukung kegiatan ini langsanakan sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi di wilayah ini,” ujarnya. (C-May)





