PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalteng dalam setiap tahunnya menggelar Festival Literasi, dalam upaya meningkatkan minat baca serta literasi bagi generasi muda serta masyarakat di provinsi tersebut. Di 2022 ini, pihaknya juga mengumumkan sejumlah pemenang Festival Literasi dari berbagai daerah.
Menurut Plt Kepala Dispursip Kalteng Luqman Al Hakim dalam pelaksanaan kegiatan di Hotel Aquarius Palangka Rayq, Selasa (11/10), sejumlah lomba yang diumumkan seperti pemilihan desa literasi, perpustakaan sekolah terbaik dan pemilihan Duta Baca Remaja 2022 se Kalteng. Untuk pemenangnya, yaitu pada kategori Pemilihan Desa Literasi 2022, juara 1 jatuh pada Desa Eka Baharui Kecamatan MB Ketapang Kabupaten Kotim.
Selain itu untuk Perpustakaan Sekolah Terbaik 2022 dinobatkan kepada SMAN 1 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, disusul beberapa sekolah lain untuk juara 2 hingga harapan I nya. Untuk Duta Baca Remaja 2022, juara I diraih oleh Azzahra Fairus dari Kobar, disusul Cahaya Cinta dari Kotim sebagai juara II, Mulyanti Febrianti dari Barut Juara III dan Alfernando Joarya dari Lamandau untuk juara Harapan I.
Terkait itu Luqman menuturkan, tujuan dari Festival Literasi sendiri adalah meningkatkan minat, kegemaran serta budaya membaca di kalangan masyarakat.
“Tidak hanya mengoptimalkan minat baca saja, namun juga memperkenalkan perpustakaan sebagai pemacu kreativitas dan sarana belajar bagi masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan budaya membaca sendiri sangat perlu adanya pertumbuhan, demi meningkatkan kualitas pengetahuan serta kecerdasan generasi bangsa Indonesia.
Maka dari itu, jelasnya, perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan didayagunakan dalam mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Pria murah senyum itu juga menjelaskan, arti literasi sendiri memiliki makna positif yang dinilai sangat berarti. Misalnya, ujar dia, ada lima tingkatan dalam kata literasi yaitu pertama baca, tulis, sains dan pembentukan karakter anak bangsa.
“Yang kedua akses bahan bacaan terjangkau, akurat, terkini, terlengkap dan juga terpercaya,” ujarnya. Lalu untuk ketiga pemahaman terhadap makna tersurat/tersirat, keempat memiliki mental yang muat kreatif serta berinivasi, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi dimasa ini serta kedepan.
Yang kelima, ucapnya, adalah berpengetahuan dan terampil, yang bisa diimplementasikan menciptakan barang dan jasa. Maka secara keseluruhan literasi yang dioptimalkan di Kalteng sendiri, diharapkan menjadi modal dalam persaingan untuk bisa lebih maju dari daerah lainnya.
“Kami juga mendorong generasi muda serta seluruh unsur di masyarakat Kalteng terus menerus meningkatkan literasi, tentunya melalui optimalisasi pengetahuan terhadap perkembangan teknologi saat ini, dalam upaya mendapatkan informasi,” pungkasnya.(drn)





