PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan secara sederhana dengan pemotongan tumpeng, di Kantor DPD PDIP Kalteng, Jalan Soekarno, Palangka Raya, Sabtu (10/1).
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD PDIP Kalteng, di antaranya Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Warda Rocky Marziano Dahan, didampingi Wakil Ketua Bidang Perekonomian Galih, Sekretaris II Awong Ganda, kader muda dan anggota Satgas Cakra Buana.
Dalam peringatan tersebut, tumpeng yang dipotong tidak hanya menjadi simbol syukuran internal partai, namun juga akan dibagikan kepada masyarakat. Tumpeng-tumpeng tersebut diserahkan langsung kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga struktur akar rumput.
Ketua DPD PDIP Kalteng Yohannes melalui Wakil Ketua Warda Rocky Marziano Dahan menyampaikan, peringatan HUT ke-53 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen partai untuk terus bersama rakyat.

“Selain hari ini kita mensyukuri bertambahnya usia PDI Perjuangan melalui pemotongan tumpeng sederhana bersama kader dan masyarakat, tumpeng ini juga kami serahkan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh-tokoh di tingkat bawah atau akar rumput,” ujar Warda.
Ia menegaskan, aksi pembagian tumpeng tersebut merupakan langkah awal kepemimpinan Ketua DPD PDIP Kalteng Yohannes yang menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat.
“Ini adalah action pertama bagaimana Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah benar-benar turun bersama rakyat, menangis bersama rakyat,” tegasnya.
Menurut Warda, usia 53 tahun menjadi bukti kematangan PDI Perjuangan sebagai partai politik, baik dari sisi organisasi maupun pengelolaan partai.
“Usia 53 tahun ini boleh dikatakan matang. Kita ketahui, PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai politik di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO, baik dalam manajemen, struktur, maupun tata kelola partai,” jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Warda, menunjukkan bahwa PDI Perjuangan telah matang dalam berpartai, berpolitik, serta dalam menjalankan peran kebangsaan dan kenegaraan.
Mengutip pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Warda menegaskan bahwa seluruh kader memiliki kewajiban ideologis untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Seperti slogan yang disampaikan Ketua Umum, ‘Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya, kader sebagai pandu Ibu Pertiwi’. Artinya seluruh kader PDI Perjuangan harus mampu menyerahkan jiwa dan raga untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia,” katanya.
Meski tahapan Pemilu dan Pilkada masih beberapa waktu ke depan, Warda menegaskan bahwa PDI Perjuangan secara organisasi telah siap.
“Secara umum partai ini matang dan siap. Bukan sekadar persiapan, tapi paling siap. Kader banyak, struktur jelas sampai tingkat RT, mesin partai berjalan,” ujarnya.
Ia berharap, komitmen PDI Perjuangan untuk terus turun ke masyarakat (Partai wong cilik) dan merasakan penderitaan rakyat dapat terus dimaknai sebagai perjuangan nyata.
“Harapan ke depan, PDI Perjuangan terus menjaga bangsa, konstitusi, NKRI, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945,” pungkasnya. jef





