PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Dengan kian terkendalinya situasi Covid-19, pemerintah berencana menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat ini pemerintah masih menunggu hasil kajian dari Kemenkes dan Satgas Covid-19 untuk menetapkan pencabutan PPKM.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, data mingguan 19-25 Desember 2022 Satgas Provinsi Kalteng, Dinkes, PAEI Cabang Kalteng, pertumbuhan kasus baru menurun 38,6 persen dari minggu sebelumnya, 43 kasus baru, rata-rata 6-7 kasus per hari.
“Status pandemi menjadi endemi tunggu keputusan otoritas kesehatan. Secara teori, kalau yakin semua sudah vaksin maka lonjakan penularan penyakit dan kematian sudah rendah sekali. Namun, virusnya belum hilang sama sekali, masih lama karena naik turun varian virus masih terus berubah. Varian yang sekarang terjadi tidak menimbulkan lonjakan karena ditahan oleh vaksin yang konsisten diberikan,” kata Rini, Rabu (28/12).
Dari data yang ada, status kesehatan minggu ini lebih baik dari minggu sebelumnya, ditandai dengan pengurangan jumlah kasus konfirmasi Covid- 19 dalam minggu ini. Analisa potensi penularan menunjukkan melambatnya risiko menjadi sakit, sehingga kesembuhan menjadi lebih banyak.
Namun, Rini mengingatkan positive rate tidak mencapai target, menunjukkan level keparahan daerah konsisten di atas 20 persen, sehingga risiko penambahan kasus baru dan lonjakan masih dapat terjadi.
Sementara itu, lanjut Rini, selain penambahan kasus baru yang rendah, indikator kematian mingguan berkurang dari minggu sebelumnya, namun masih fluktuasi kematian pada individu rentan yang komorbid dan tidak vaksin masih ada.
Standar indikator kumulatif Kalteng masih dalam rentang kendali. Pergerakan penyakit cenderung melambat namun tetap menambah sakit dalam jumlah yang rendah dan terkendali.
Satgas Provinsi Kalteng, Dinkes, PAEI Cabang Kalteng merekomendasikan capaian vaksin ketiga (booster) masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan maksimal dan mengantisipasi munculnya varian baru Covid-19, tetap penerapan protokol kesehatan dalam perilaku masyarakat merupakan tindakan yang terbaik dalam pencegahan penyakit, dengan didukung vaksin booster yang tepat waktu.
Kemudian estimasi jumlah kasus di akhir tahun 2022 tidak menunjukkan lonjakan namun fluktuasi kasus masih terjadi sesuai mobilisasi masyarakat. Ketidakseimbangan antara pelaporan jumlah kasus baru dan estimasi Rt menunjukkan berkurangnya testing pada masyarakat yang sakit yang berdampak pada kurang sensitifnya sistem deteksi dini lonjakan penyakit. yml











