+5 Kelurahan Terdampak Genangan Air
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi hampir setiap hari mengguyur wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Membuat sejumlah pihak khawatir jika bencana banjir kiriman dan luapan air pada kawasan daerah aliran sungai (DAS) akan kembali terjadi.
Benar saja. Pantauan BPBD Kota Palangka Raya pada Minggu (5/2) petang, di Kelurahan Petuk Katimpun, air sudah mulai naik. Tinggi permukaan air sungai sudah naik sekitar 150 cm, dan ada ruas jalan yang terendam air sedalam kurang lebih 30 cm sepanjang 50 meter.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, seminggu terakhir pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ketinggian debit air setiap hari, dan ternyata ada peningkatan pada wilayah bantaran sungai.
“Dua hari terakhir sudah terjadi air banjir yang naik ke jalan di kawasan pemukiman masyarakat. Ada 5 kelurahan yang jalannya mulai tergenang air, yakni di Kelurahan Marang, Kelurahan Petuk Katimpun, Jalan Danau Rangas Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan Anoi Kelurahan Palangka dan Kelurahan Bereng Bengkel. Nah, di tempat terakhir, akses jalan hanya bisa dilalui oleh perahu saja,” kata Emi kepada Tabengan, Senin (6/2).
Menyikapi hal tersebut, BPBD telah melapor ke pimpinan karena sudah ada 5 kelurahan yang terdampak genangan air yang berasal dari luapan air sungai. Karena berpotensi banjir yang semakin meninggi, maka pihaknya akan mengajukan status siaga banjir.
“Sementara ini air masih menggenangi jalan yang rendah, dan belum sampai ke perumahan masyarakat. Jika ke depannya kondisi air terus naik dan sampai ke pemukiman, tentunya BPBD akan segera mendirikan posko lapangan dan tempat pengungsian kembali,” bebernya.
Untuk itu Emi meminta kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan DAS, supaya waspada akan kenaikan debit air secara signifikan. Khususnya dalam menjaga keselamatan diri dan barang-barang berharga.
Pihak BMKG juga dikatakannya telah berkoordinasi bersama BPBD. Sebab sesuai prediksi curah hujan akan tetap tinggi sepanjang Februari sampai Maret.
“Tetap waspada, dan jangan lengah dengan keselamatan diri sendiri juga keluarga sekitar. Barang-barang berharga atau yang berpotensi bahaya harus diamankan. Dan jika air semakin meninggi, segera mengungsi ke tempat yang aman dan laporkan kepada pihak terkait,” tutup Emi. rgb











