PEMKAB KOTIM

Pemkab Kenalkan Kesenian Wayang Banjar

19
×

Pemkab Kenalkan Kesenian Wayang Banjar

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kenalkan Kesenian Wayang Banjar
TABENGAN/MAYA SELVIANI KESENIAN- Pagelaran wayang banjar yang digelar di halaman kantor Bupati Kotim Jumat malam (10/3).

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menggelar pagelaran wayang kulit banjar dari Panca Lima Grup pimpinan Kaderi Telaga Angsat, Jumat (10/3) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kotim itu, ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Festival Budaya Habaring Hurung 2023 dan juga Hari Jadi Kotim Ke-70 Tahun.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pihaknya sengaja mengundang wayang kulit Banjar tersebut untuk mengenalkan lagi tradisi budaya yang juga pernah ada di Kotim.

Dirinya juga bercerita jika dulu kesenian wayang kulit Banjar pernah muncul di daerah ini. Namun karena tergerus zaman dan para pemainnya sudah tidak ada lagi, sehingga kesenian tersebut tidak terdengar lagi gaungnya selama puluhan tahun.

“Informasi yang saya dengar bahwa peralatan kesenian seperti wayang dan lainnya itu lengkap ada di Kecamatan Cempaga dulu. Tapi karena pemainnya ini sudah meninggal dunia, jadi tidak ada lagi yang memainkan. Nah ini salah satu budaya yang sudah hilang di daerah kita,” ujarnya.

Halikinnor mengaku merasa terhibur dengan adanya pergelaran kesenian wayang Banjar tersebut. Meski diakuinya untuk kesenian wayang ini lebih digemari oleh kalangan berumur saja. Dikarenakan bahasa yang digunakan pun tidak semua orang mengerti.

“Kalau saya ngerti karena saya waktu kecil sering nonton wayang. Jaman dulu di daerah saya hiburannya itu wayang. Lain kalau sekarang, saking banyaknya hiburan mungkin, sehingga anak muda kita sudah kurang begitu tertarik,” katanya.

Ke depan, menurut Halikinnor, jika respon warga terkait pagelaran kesenian wayang Banjar tersebut tinggi, Pemkab akan kembali mengelar kegiatan serupa. Namun kemungkinan akan dilaksanakan di tempat yang lebih strategis.

Dirinya mengakui saat itu sepi warga yang menonton dikarenakan waktu pelaksanaan yang kurang tepat. Karena di waktu yang bersamaan juga digelar kegiatan pembukaan Festival Habaring Hurung di Taman Kota Sampit serta kondisi baru selesai turun hujan.

“Sebenarnya kegiatan ini dijadwalkan Sabtu malam, namun karena padatnya jadwal para pemain dimajukan jadi Jumat malam. Nanti jika kita gelar akan kita sesuaikan lagi,” terangnya. c-may