SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Seratus kios di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tutup dan gulung tikar. Kondisi tersebut disebut pedagang karena semakin sepinya pengunjung yang datang ke pasar kebanggaan warga Kotim tersebut.
Salah satu pedagang di PPM Sampit, Yudi, mengatakan, tutupnya 100 kios di pasar tersebut sudah terjadi sejak awal masa pandemi Covid-19 lalu.
“Dan ini terjadi sampai saat ini hingga total ada sekitar 100 kios yang tutup dari 400-an yang ada. Sehingga total kios yang saat ini masih buka hanya ada sekitar 300-an kios,” ujarnya, Minggu (21/5).
Menurutnya, sepinya pengunjung yang datang ke tempat itu dan banyaknya kemudahan masyarakat berbelanja online, menjadi faktor kios-kios tersebut tidak dapat bertahan di tempat tersebut. Rata-rata pedagang yang menutup kiosnya tersebut merupakan pedagang pakaian yang berada di lantai 2 bangunan PPM Sampit. Sementara untuk pedagang yang berada di lantai utama masih tergolong banyak, namun pihaknya tetap mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli.
“Masyarakat nampaknya banyak beralih berbelanja ke tempat lain seperti di mall. Apalagi di sana juga disediakan sejumlah event yang dapat menarik pengunjung untuk dating, tentunya kita kalah dengan hal-hal seperti itu,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Dirinya berharap pengelola dan pengurus pasar dapat kembali aktif melakukan inovasi-inovasi yang dapat menarik pengunjung untuk datang berkunjung kembali ke lokasi itu.
Sebab, menurutnya, amat sangat disayangkan jika bangunan PPM Sampit ini tidak dikelola dengan baik, nantinya semakin ditinggalkan oleh masyarakat
“Padahal kita ketahui pasar ini merupakan salah satu ikon kita juga. Pemerintah juga akan berupaya membenahi bangunan ini dan juga menambah fasilitas untuk menarik masyarakat untuk datang ke lokasi ini,” ujarnya. c-may











