PEMKAB KOTIM

Pemkab Kotim Akan Bagikan Telur dan Susu Untuk Atasi Stunting

21
×

Pemkab Kotim Akan Bagikan Telur dan Susu Untuk Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kotim Akan Bagikan Telur dan Susu Untuk Atasi Stunting
BERANTAS STUNTING-Bupati Kotim Halikinnor dan jajaran berkomitmen stop kasus stunting di Kotim (FOTO/MAYA SELVIANI)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) dalam waktu dekat berencana membagikan telur dan susu untuk daerah-daerah di wilayah ini yang terdapat kasus stunting.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, di Kotim terdapat 5 Kecamatan di Kotim yang memiliki angka kasus stunting tertinggi. Kelima Kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Teluk Sampit, Kecamatan Pulau Hanaut, Kecamatan Cempaga  Hulu, Kecamatan Baamang dan Kecamatan Tualan Hulu.

“Untuk itu program pemberian telur dan susu ini akan segera kita lakukan, misal seperti di Kecamatan Baamang. Namun terlebih dahulu didata dulu dimana lokasinya yang terdapat kasus stunting. Saya minta 2-3 hari sudah ada data lengkap terkait hal ini,” ujarnya saat acara rembuk stunting yang digelar di aula Kantor Bappelitbangda Kotim, Rabu (12/7/2023).

Program pemberian telur dan susu tersebut dikatakan Halikinnor bersumber dari dana stunting yang telah dianggarkan dari setiap SOPD maupun bersumber dari dana desa.

Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan Pemkab bisa berkolaborasi dengan pihak perusahaan untuk dapat memaksimalkan program tersebut.

Kemudian mengacu kepada data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat dari Dinas kesehatan Kotim data prevalensi stunting di Kotim per Juni 2023 sebesar 20,7 persen dari data tersebut walaupun mengalami penurunan namun masih ditemui kasus stunting di wilayah ini.

Dilanjutkannya, berdasarkan data dari riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 angka prevalensi stunting di Kotim sebesar 48,84 persen tertinggi di Kalteng. Tetapi pada tahun 2022 mengacu kepada tata survei status gizi Indonesia segi dari Kementerian Kesehatan RI angka prevalensi stunting di Kotim sebesar 27,9 persen.

Maka dari itu, lanjutnya, upaya penurunan angka stunting di Kotim masih harus ditingkatkan agar target penurunan stunting yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 14 persen pada tahun 2024 dapat tercapai. Pemkab Kotim  berupaya menekan angka stunting dengan melaksanakan upaya pencegahan secara terintegrasi dengan melibatkan stake holder dan sumber daya yang tersedia.

“Saya mengajak semua OPD, termasuk kita minta keterlibatan semua perusahaan yang ada di Kotawaringin Timur untuk melakukan aksi nyata seperti pengadaan telur dan susu karena protein itu yang sangat dibutuhkan anak-anak kita untuk mencegah stunting,” pungkasnya. (MS)