-
Spirit Kalteng

600 Ha Food Estate Singkong Mubazir

83
×

600 Ha Food Estate Singkong Mubazir

Sebarkan artikel ini
LIBATKAN MASYARAKAT-Agustin Teras Narang dan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo ketika disebuah acara baru-baru ini.ISTIMEWA
-

+Teras Narang: Libatkan Masyarakat Kelola Lahan Food Estate Singkong

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Food estate atau lumbung pangan singkong yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) memasuki babak baru. Belakangan diketahui, ada rencana pengambilalihan pengelolaan, dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ke Kementerian Pertanian (Kementan). Namun, rencana ambil alih masih tahap survei yang dilakukan Kementan.

Rencana pengambilalihan pengelolaan food estate singkong tersebut disertai juga dengan pembukaan lokasi baru. Hal itu dikhawatirkan akan membuat lahan sebelumnya mubazir.

Surat yang disampaikan Kementan ke pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, meminta untuk melakukan pendampingan ke lokasi food estate singkong ini. Senator Kalteng Agustin Teras Narang memberikan tanggapan atas rencana peralihan tersebut.

Menurut Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, pemerintah diminta untuk menghentikan pembukaan lahan untuk food estate yang mencapai 32 ribu lebih itu. Pemerintah pusat juga diminta untuk mencabut perizinan lahan tersebut. Permasalahan yang ada sekarang, lahan yang sudah terlanjur dibuka sekarang dengan luas 600 hektare mau diapakan.

Menurut Bapak Pembangunan Kalteng ini, lahan tersebut bagaimana caranya harus dapat segera dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan adalah dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Meskipun diberikan kepada masyarakat untuk mengelola, tetap ada pengawasan dan bimbingan dari pemerintah.

“Libatkan masyarakat dalam mengelola lahan food estate ini. Perizinan lahan seluas 32 ribu hektare lebih ini, untuk dapat dicabut. Lahan yang sudah terlanjur digarap, serahkan kepada Kementan selaku lembaga teknis. Melalui Kementan, berikan pelatihan, dan bimbingan bagi masyarakat sekitar untuk mengelola lahan food estate tersebut,” kata Tokoh Kalteng ini, saat menyampaikan tanggapannya perihal rencana peralihan pengelolaan lahan food estate singkong di Kabupaten Gumas, via WhatsApp, Selasa (22/8).

Bimbingan dan pelatihan, kata Teras Narang, penting dalam menambah pengetahuan masyarakat, terkhusus dalam mengembangkan komoditi singkong ini. Pendampingan secara menyeluruh, diharapkan memberikan peluang yang besar demi keberhasilan program ini ke depannya.

Jadi, ungkap Teras Narang, komoditinya akan lebih baik tetap singkong saja. Hanya, perlu menjadi perhatian bersama adalah seperti apa pemanfaatan hasil dari panen singkong ini nantinya. Artinya, pemerintah harus memikirlan pabrik pengolahan singkong, sehingga barang yang dijual adalah bentuk jadi berupa olahan singkong. ded

 

-
-
-