Kotim
+ Agustus 2023 Sebanyak 2.708 Kasus
+ September 2023 Sebanyak 3208 Kasus
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.
Data dari Dinas Kesehatan Kotim Terdapat 2.708 kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Kotim selama bulan Agustus 2023. Data tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 688 kasus dari bulan Juli 2023 yakni 2.020 kasus ISPA.
Kasus ISPA selama Agustus didominasi oleh dewasa sebanyak 1.279 penderita, disusul balita 844 penderita, anak-anak 457 penderita, dan manula 128 penderita.
Sementara itu, selama bulan September angka ISPA di Kotim mencapai 3208. Data rinci ISPA di Kotim di bulan September pada minggu pertama 834 kasus, minggu kedua 667 kasus, minggu ketiga 819 kasus, dan minggu keempat 888 kasus.
“Pada minggu terakhir bulan September, ISPA Kotim mencapai 888 kasus. Paling banyak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sekitar 500 kasus, sisanya tersebar di 16 kecamatan.
Wakil Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Akhya mengatakan, sejumlah warga yang mendapatkan perawatan lanjut di rumah sakit tersebut dikarenakan memiliki riwayat penyakit penyerta.
“Rata-rata pasien yang dirujuk untuk rawat inap itu yang memiliki riwayat penyakit seperti asma, demam tinggi dan infeksi saluran pernapasan. Sehingga perlu penanganan dari petugas kesehatan,” katanya, Rabu (4/10).
Diakuinya, selama musim kemarau dan kabut asap terjadi, setiap harinya ada warga yang berobat karena terserang penyakit ISPA. Bahkan, menurutnya, penderita ISPA yang berobat didominasi usia anak-anak dan sebagian orang dewasa.
Dijelaskan, peningkatan yang siginifikan terjadi dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan meningkatnya kondisi kabut asap yang menyelimuti daerah Kotim.
“Biasanya pasien dengan keluhan mengarah ISPA mendapatkan perawatan di IGD, mereka diuap dan dilakukan observasi. Jika kondisinya sudah lebih baik, biasanya mereka diperbolehkan pulang, rata-rata mereka ini memiliki riwayat penyakit asma,” jelasnya.
ISPA Katingan Meningkat
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Katingan beberapa pekan terakhir, akibat karhutla membuat warga mulai terserang penyakit ISPA dengan gejala batuk, pilek, hidung mampet, bahkan demam.
Dampak dari perubahan kondisi cuaca sekarang ini, berbagai penyakit mulai menyerang warga. Tidak hanya orang-orang dewasa atau orang tua yang terkena penyakit ISPA, tetapi juga anak-anak akibat polusi udara di mana-mana.
Abdul, warga Kasongan, Kecamatan Katingan Hilir mengatakan, karhutla kali ini sungguh luar biasa yang mengakibatkan kabut asap di mana-mana. Efek kabut asap membuat warga banyak yang terserang batuk, pilek, kepala pusing dan demam.
“Saya dan semua keluarga di rumah sejak beberapa hari ini kena batuk-batuk, terutama pada malam hari hidung mampet, sehingga susah bernapas. Bahkan anak saya yang pertama tadi malam sampai muntah-muntah karena batuknya tidak sembuh-sembuh, meski sudah minum obat batuk,” ungkap Abdul, warga Jalan Soekarno Hatta ini, Rabu (4/10).
Untuk itu, Abdul berharap kepada Pemda agar tanggap mengatasi dampak bencana karhutla di Katingan yang semakin parah ini.
“Mungkin saran kami melalui dinas terkait seperti Dinas Kesehatan bisa membuka layanan kesehatan keliling gratis. Sebab rata-rata saat ini warga terserang ISPA hanya diam di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan Glorikus mengatakan, untuk pelayanan kesehatan keliling akan dilakukan apabila terjadi peningkatan jumlah kunjungan ke faskes yang sangat banyak atau terjadi outbreak.
“Upaya yang dilakukan Dinkes Katingan terkait penanganan kesehatan terhadap masyarakat terdampak kabut asap, di antaranya menyiagakan tenaga kesehatan di Puskesmas dan jejaring untuk melakukan pelayanan kesehatan,” kata Glorikus.
Lanjut Glorikus, pihaknya juga menyediakan obat-obatan yang memadai, menyediakan masker dan oksigen, baik di Dinkes, Puskesmas maupun jejaringnya. Ketersediaan tersebut saat ini masih cukup.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan, minum air putih dalam jumlah yang cukup, mengonsumsi makanan yang bergizi, menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ada keluhan kesehatan,” imbau Glorikus. c-may/c-sus











