Lukas 1:26-38
Oleh Pdt Jevta J. D. Ay, S.Th
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Salah satu kisah terpenting dalam peristiwa Natal adalah ketika malaikat Gabriel datang kepada Maria dan menyampaikan kabar sukacita yang luar biasa dari Allah. Dalam kitab Lukas tidak dijelaskan secara rinci tentang seorang gadis yang bernama Maria. Informasi yang disampaikan hanya menjelaskan bahwa Maria tinggal di Nazaret. Selebihnya, berkaitan dengan pekerjaan, fisik dan sebagainya tidak dijelaskan. Siapa sesungguhnya Maria itu? bagaimana kehidupan Maria? dan mengapa dia dipilih oleh Allah? bukankah masih banyak gadis di Israel yang mungkin melebihi Maria ? Memerhatikan akan kejadian dalam cerita ini, kita akan menemukan beberapa rahasia iman yang sungguh ajaib dalam keyakinan akan kedaulatan dan kehendak Allah bagi manusia.
Mengikuti dan memahami akan kehendak Allah bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila hal itu di luar kemampuan dan kehendak kita. Tidak selamanya kita dapat memahami kehendak Allah dengan tepat dan sempurna. Kadang perlu proses waktu yang panjang dan dalam pergumulan hidup yang tidak gampang, baru pada akhirnya kita mengerti kehendak Allah. Tetapi kedaulatan dan kehendak Allah merupakan kenyataan dalam hidup iman dan sejarah kita yang harus kita terima.
Ketika malaikat Gabriel datang kepada Maria dan menyampaikan kabar sukacita ini, timbul pertanyaan bagi Maria. Dan pertanyaan yang disampaikan Maria adalah pertanyaan yang manusiawi serta masuk akal. Sebab ada ketidakmungkinan (mustahil) bahwa apa yang disampaikan oleh malaikat Gabriel itu akan terjadi. Kemudian, malaikat Gabriel menjelaskan tentang kehendak Allah tersebut dengan segala kedaulatan dan kemahakuasaan Allah atas semua peristiwa yang akan terjadi dalam hidupnya. Intinya bahwa Allah telah berkehendak dan akan melaksanakan rencana Allah itu melalui dirinya. Secara manusia tentunya mustahil. Secara manusia tentunya sulit. Secara manusia tentunya ada tantangan. Tetapi, bagi Allah semuanya itu mungkin. Bagi Allah semuanya itu bisa.
Dan tanggapan Maria sangat luar biasa; “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Ketaatan pada kehendak Allah yang luar biasa dari Maria. Dia percaya akan perkataan itu dan taat. Jadilah padaku. Kenapa? karena dia sadar dan tahu bahwa ia adalah hamba Tuhan. Hamba yang hanya taat pada Tuhannya. Dan dampak dari ketaatan tersebut adalah Allah akan menyatakan pertolongan bagi dunia yaitu seluruh umat manusia. Sebagai hamba, Maria sungguh menyadari bahwa Tuhan adalah yang patut dilayani dan disembah. Inilah bukti kehidupan iman dari seorang yang percaya kepada Tuhan. Terkadang apa yang di luar nalar manusia, namun selaras dengan firman Tuhan harus diikuti sepenuh hati.
Sehingga melalui bagian firman Tuhan ini, kita pelajari bahwa Allah punya rencana atas hidup ini dan apa yang telah Allah rencanakan pasti akan terjadi, pada sisi lain, ketatan kita pada rencana Allah membawa dampak yang besar dimana berkat Allah akan dinyatakan bagi kita. Dan terakhir bahwa dalam semua rencana Allah dan ketaatan kita, ada waktu yang tepat yang Allah sediakan bagi kita. Proses waktu akan meneguhkan kita untuk melihat bahwa apa yang Allah rencanakan, pasti akan terjadi. Amin fasb





