Spirit Kalteng

Balai Bahasa Luncurkan 70 Buku Cerita Anak Dwibahasa

40
×

Balai Bahasa Luncurkan 70 Buku Cerita Anak Dwibahasa

Sebarkan artikel ini
Balai Bahasa Luncurkan 70 Buku Cerita Anak Dwibahasa
Balai Bahasa Luncurkan 70 Buku Cerita Anak Dwibahasa
PENDIDIKAN- Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng Muhammad Muis, Koordinator KKLP Penerjemahan Rensi Sisilda dan Kasubbag Umum R. Hery Budhiono saat Peluncuran Buku Cerita Anak Dwibahasa, Jumat (15/12). TABENGAN/HARIS LESMANA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar acara Peluncuran Buku Cerita Anak Dwibahasa diikuti oleh 50 penulis yang sebelumnya telah berpartisipasi membuat cerita, Jumat (15/12).

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Neo Palma, Palangka Raya tersebut dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng Muhammad Muis, Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan Rensi Sisilda, dan Kasubbag Umum R. Hery Budhiono.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Kalteng Muhammad Muis dengan bangga mengumumkan bahwa dari target awal 58 buku, telah tercapai 70 buku yang berhasil diterbitkan.

“Proses pembuatan buku ini merupakan perjalanan panjang, melibatkan berbagai tahap seperti pengadaan bimbingan teknis kepenulisan, pembuatan ilustrasi, survei keterbacaan, penyuntingan, hingga persiapan untuk naik cetak,” kata Muis.

Para penulis yang berpartisipasi berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng, menciptakan karya-karya dengan menggunakan berbagai bahasa daerah setempat. Bahasa-bahasa tersebut antara lain bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Dayak Sampit, Dayak Ot Danum (Kadorih), Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, dan Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin.

Buku-buku yang diterbitkan memiliki tujuan untuk tingkat TK/PAUD dan SD kelas awal, dengan harapan dapat membangun semangat membaca dan literasi di kalangan anak-anak.

Muis juga menyoroti fakta menarik yang ditemukan saat survei keterbacaan, yaitu banyak anak yang tidak terbiasa berbahasa daerah. Dengan peluncuran buku ini, diharapkan dapat memperkenalkan dan membangkitkan minat anak-anak terhadap bahasa daerah.

Di kesempatan itu, Muis juga mengumumkan target penerbitan untuk tahun depan, sebanyak 70 buku. Hal ini menunjukkan komitmen Balai Bahasa Provinsi Kalteng untuk terus mengembangkan dan mendukung dunia literasi, khususnya dalam bahasa daerah.

“Semoga buku-buku yang dihasilkan dapat menjadi sarana efektif untuk membangun semangat membaca dan literasi di kalangan anak-anak Kalteng. Kita tidak pernah tahu, bacaan mana yang akan membentuk karakter seorang anak, dan buku mana yang akan diingatnya sampai nanti di usia senja,” katanya.

Sementara itu, Koordinator KKLP Penerjemahan  Rensi Sisilda melaporkan hasil terjemahan. Dalam sesi tanya jawab, para peserta berbagi pengalaman mereka selama proses pembuatan buku, dengan banyak peserta menyatakan buku-buku ini memberikan manfaat yang baik. ist/hil