-
SPIRIT POLITIK

Penyandang Disabilitas Terima Kasih Difasilitasi Nyoblos

59
×

Penyandang Disabilitas Terima Kasih Difasilitasi Nyoblos

Sebarkan artikel ini
GUNAKAN HAK–Tampak penyandang disabilitas dan penderita sakit di Kota Palangka Raya yang difasilitasi menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024, Rabu (14/2). TABENGAN/DIDIN RAKHMADIN
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-2024 disebut-sebut banyak kalangan sebagai tahun politik, tahunnya bagi Indonesia yang berdemokrasi untuk menggelar pesta 5 tahun sekali. Ya, pesta demokrasi tahun ini digelar pada 14 Februari dan juga pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan November 2024 mendatang. Kali ini Indonesia menghadapi yang namanya Pilpres, Pileg DPRD Kota, Provinsi, DPD RI dan DPR RI.

Semua kalangan masyarakat tampak antusias dan berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya, tidak terkecuali mereka yang juga ikut berkompetisi dalam Pemilu tersebut.

di Kalteng khususnya Palangka Raya, para caleg yang wajahnya terpampang secara jelas di baliho ataupun spanduk-spanduk biasanya, juga turun ke lapangan untuk menggunakan hak suaranya. Atau bisa juga sebagai cara mereka untuk menarik hati masyarakat mencoblos nama ataupun gambar mereka di kertas suara.

Namun bukan itu poin utamanya. Yang lebih mulia adalah mereka yang memiliki keinginan yang kuat serta rasa cinta sebagai bangsa Indonesia untuk menggunakan hak suaranya, namun terkendala oleh kondisi fisik yang terbatas atau kerap disebut penyandang disabilitas.

Para pejuang kehidupan atau survivor ini patut mendapat acungan jempol karena punya tekad kuat untuk tidak golput, dengan  alasan keterbatasan fisik.

Seperti di Kota Palangka Raya, khususnya di wilayah Jalan Antang Kalang, penyandang disabilitas dan orang yang mengalami sakit, sehingga tidak bisa beraktivitas, difasilitasi pihak TPS untuk menggunakan hak suaranya. Salah seorang penyandang disabilitas yang dikarenakan mengalami sakit Febri Adila menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada jajaran penyelenggara pemilu atau pihak TPS yang memberikan kesempatan untuk mencoblos.

“Saya berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah memfasilitasi untuk mencoblos. Karena memang nama saya masuk di daftar undangan pada pukul 09.00 WIB. Namun karena kondisi fisik saya terbatas, saya terpaksa meminta solusi atau bantuan, bagaimana caranya agar bisa menggunakan hak suara saya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ebi itu mengapresiasi atas perhatian tersebut dan menganggap “privilige” yang diberikan sebagai hal yang mesti dirinya tuntaskan.

Ketika ia mengharapkan solusi untuk itu, tentunya menyampaikan kepada rekan atau tetangga yang dikenal, pihak TPS merespons dan bersedia membawa perlengkapan untuk mencoblos ke kediaman pribadi yang bersangkutan. Tentunya selain ada petugas KPPS, juga ada saksi serta pihak-pihak terkait seperti Bawaslu yang mewakili untuk melakukan pemantauan pencoblosan.

Selain itu, pihak TPS juga mendatangi warga setempat yang mengalami sakit sehingga sulit beraktivitas dan menggunakan hak suaranya, sembari beristirahat.

“Kami mendengar informasi kalau ada warga yang sakit dan penyandang disabilitas, namun tetap ingin menggunakan hak suaranya. Maka kami secara langsung mendatangi rumah-rumah yang sudah didata, dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencoblos pilihannya,” ujar pihak TPS di wilayah Jalan Antang Jalang Kota Palangka Raya, yang enggan disebutkan namanya. didin rakhmadin

 

-
-
-