“Jangan Sampai Picu Konflik dengan Masyarakat Sekitar”
SAMPIT-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor langsung merespon gelombang protes warga Desa Luwuk Bunter terhadap pelabuhan tambang batu bara di desa setempat. Halikinnor berjanji akan menurunkan tim ke lapangan guna menginventarisasi persoalan tersebut.
“Pemkab akan turunkan tim untuk melakukan inventraisasi masalah ini dilapangan apakah ini meganggu warga sekitar dalam operasionalnya apalagi ini masuk dalam wilayah permukiman penduduk,” kata Halikinnor.
Halikinnor menegaskan, keberadaa pelabuhan itu jangan sampai membuat kehidupan warga sekitar menjadi terganggu. Dia melihat potensi gangguan ini mulai dari polusi udara seperti debu hingga gangguan lalu lintas yang dimunculkan akibat antrian truk-truk batu bara yang masuk ke pelabuhan itu. Dia menilai protes dari masyarakat khususnya warga sekitar itu sangat wajar apalagi sebelumnya kehidupan mereka tenang tidak pernah terusik akibat aktivitas pelabuhan tersebut.
“Kita tidak menolak investasi tapi bagaimana intinya investasi ini bisa aman tidak bermasalah dengan masyarakat setempat nanti kita akan tim turun apa yang diprotes warga, tapi kalau memang ada solusi yang win-win solusi saya harap ini bisa diselesaikan,” katanya.
Halikin mengungkapkan, kewenangan kabupaten dalam sektor itu memang minim maka dari itu dia menginginkan dalam hal perizinan harus memperhatikan keberlanjutan kehidupan masyarakat sekitar. Apabila sejak awal sudah menimbulkan masalah maka sudah layak menjadi evaluasi pemberi izin.
“Selain itu juga kepada Dishub Provinsi Kalteng harus melihat persoalan ini dilapangan khususnya untuk andal lalin,” katanya
Halikinnor mengaku mendapat informasi jika pelabuhan itu merupakan tempat penumpukan batu bara dan menyalin ke tongkang. Sedangkan untuk lokasi penambangan batu bara itu ada di Kabupaten Katingan. Untuk ke pelabuhan di Desa Luwuk Bunter ini diangkut menggunakan truk.
“Pada intinya saya sebagai Bupati menekankan dalam aktivitas ini tidak menganggu warga sekitar dan lalulintas Kalaupun ada kendala harus diselesaikan dengan warga sekitar suoaya tidak jadi konflik kekdepannya ini. Kita ini welcom ke investasi tetapi jangan merugikan warga sekitar,” kata Halikinnor.
Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kotim, Rudi Kamislam menyebutkan pihaknya akan langsung menelusuri perizinan pelabuhan itu kepada dinas terkait hingga ke pihak yang menerbitkan izin pelabuhan, amdal lingkungan, andal lalin.(MS)/tbgn





