SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat mendata jika pengguna program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayah ini masih rendah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotim Agus Tripurna Tangkasiang mengatakan jika pengguna IKD masih di angka 14 persen dari jumlah wajib KTP di Kotim. Sehingga hal itu menurutnya masih jauh dari angka target yang ingin dicapai.
“Pemkab Kotim ditargetkan penggunaan IKD itu 25 persen dari wajib KTP selama dua tahun ini. Namun sampai saat ini baru 14 persen dari wajib KTP yang menggunakan IKD itu. Saya berharap masyarakat yang menggunakan android dan lainnya bisa segera menginstal,” tuturnya, Selasa (4/6/2024).
Masih minimnya pengguna IKD dinilainya juga karena faktor masyarakat yang takut jika data yang ada di ponsel dapat diretas. Sehingga banyak yang enggan masih menginstal aplikasi IKD di ponsel pribadi. Padahal dia menegaskan jika aplikasi tersebut sudah dipastikan aman dan tidak berbahaya terutama untuk data-data pribadi milik masyarakat.
Selain itu, minimnya penggunaan IKD karena ada kekhawatiran masyarakat datanya diretas. Dijelaskan, keamanannya sudah dijamin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ditambahkan, fitur itu saat dibuka tidak dapat discreenshot hanya dapat difoto dari handphone lain. Kemudian, ada enam digit password yang hanya diberikan kepada pengguna melalui email yang bersangkutan.
“Apabila masyarakat lupa password atau mau melakukan perubahan bisa bawa ke Dukcapil Kabupaten untuk dapat mengaktivasi lagi. Jadi sebenarnya sudah sangat aman. Saya harap masyarakat bisa mengaktifkan IKD ini,” harapnya. (MS)





