Demo- Kader Gerindra menyatakan sikap penolakan terhadap Agustiar- Edy di usung. FOTO TABENGAN/JEVI
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.OD-Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalimantan Tengah (Kalteng), didemo kadernya sendiri. Demo tersebut merupakan bentuk protes Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengusung pasangan calon bukan dari kader partainya.
Dalam aksi demontrasi tersebut, kordinator lapangan (Korlap) dan sekaligus kader Gerindra, Cristian Sancho, menegaskan Paslon yang ia maksud untuk ditolak diusung menjadi calon gubernur yakni Agustiar Sabran dan Edy Pratowo.
“Agustiar Sabran tidak melewati mekanisme penjaringan di daerah. Harusnya Rekomendasi itu usulan yang diterima dari DPD masing-masing daerah bagi calon bupati atau wali kota maupun gubernur, ini kok tiba-tiba dapat rekomendasi tanpa melewati mekanisme dan ini yang membuat kami sangat keberatan,” kata Sancho.
Sancho menuturkan, pihaknya juga tidak pernah mengetahui jika sebelumnya Agustiar pernah mendaftar di DPD Gerindra Kalteng sebagai bakal calon peserta Pilkada 2024.
Aksi itu juga melontarkan beberapa poin pertanyaan sikap kader Gerindra maupun simpatisan diantaranya, wajib mencalonkan putra putri kader Partai Gerindra Suku Dayak Asli Kalimantan Tengah. Hal ini berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra tahun 2024 yang memutuskan untuk memajukan kader partainya dalam Pilkada
“DPP Partai Gerindra harus konsisten dalam mengusung kader partainya, khususnya dalam Pilkada. Selain itu, kader partai Gerindra di Provinsi Kalimantan Tengah juga telah siap dan mampu dalam berintegritas, cerdas, berkualitas, dan menggugah potensi sebagai pengurus dan tim penjaringan seleksi calon kepala daerah gubernur, walikota, dan bupati,” tegasnya
Kemudian dari sisi, Pengurus DPD Gerindra Kalteng dan bakal calon Gubernur Kalteng, Yuandrias, juga ikut menolak Agustiar-Edy sebagai pasangan calon dalam Pilgub Kalteng 2024 yang diusung Gerindra.
Pernyataan ini merujuk pada instruksi DPP Gerindra yang memprioritaskan kader partai untuk diusung dalam Pilgub.
“Gerakan kami hari ini untuk menjabarkan instruksi yang sudah ditetapkan DPP Gerindra berkaitan dengan Pileg maupun Pilkada,” ujarnya.
Yuandrias mempertanyakan mengapa kader Gerindra tidak diusung meskipun patut untuk diusung karena telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
“Tentunya ada kriteria untuk kader Gerindra sebelum mendapat rekomendasi, yang kami pertanyakan rekomendasi ini bukan untuk kader Gerindra, padahal ada kader Gerindra yang ingin maju,” jelasnya
Sementara itu, Ketua pemenangan DPD Gerindra, Yanto yang ikut menolak keras Agustiar Sabran di usung oleh Gerindra, pasalnya Agustiar pada Pilpres maupun Pileg kemarin bersebrangan dengan pihaknya.
“Musuh dicalonkan lewat partai Gerindra yang diperjuangkan oleh kami berdarah-darah dalam memenangkan Prabowo Subianto dipilpres kamarin, Saya tegaskan menolak Agustiar Sabran dan Edy Pratowo diusung oleh partai Gerindra,” tegasnya
Apabila pernyataan sikap ini ditolak, pihaknya akan mengimbau seluruh pengurus partai Gerindra di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Tengah untuk menolak semua, untuk tidak mendukung dan membaikot, serta memblokir akses partai Gerindra.
“Jadi kita akan imbau untuk golput semua, kita tidak mau orang seperti itu (Agustiar-Edy ) mencalon karena mengambil hak orang lain,” tegasnya
Sementara itu Ketua Tim penjaringan DPD Gerindra Kalteng, Endang Susilawati mengungkapkan, semua keputusan terkait rekomendasi untuk calon kepala daerah diserahkan kepada pengurus pusat.
“Nantinya kami dari DPD Gerindra Kalteng menyambut dan menerima keputusan dari DPP,” ungkap Endang.
Endang juga menambahkan bahwa mereka menerima aspirasi dari kader-kader Gerindra yang melakukan aksi dan akan segera menyerahkannya kepada DPP Partai Gerindra.
“Tentunya kami menerima aspirasi dari kawan-kawan hari ini, dan akan kami serahkan pada DPP Partai Gerindra,” ujar Endang.
Sementara itu, ketua mahkamah Gerindra Habiburokhman saat dihubungi Tabengan, belum memberikan respons atas aksi dari Kader Gerindra yang melakukan pernyataan sikap di Kantor DPD Gerindra Kalteng.
Sebelumnya, Agustiar Sabran telah menerima rekomendasi dari Partai Gerindra sebagai bakal calon Gubernur Kalimantan Tengah. Namun, status Agustiar Sabran bukanlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah ia menyatakan pengunduran dirinya dari partai tersebut.
Pengumuman calon Gubernur yang diusung oleh Gerindra dalam Pilgub Serentak 2024 disampaikan oleh Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, di jakarta Senin (22/07) kemarin.
Muzani juga menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi Koalisi Indonesia Maju atau KIM, karena Gerindra merupakan salah satu partai pendukung Prabowo – Gibran.jef
Post Views: 15





