TERIMA REKOM-Ketua DPD Perindo Sengkon didampingi Waketum Perindo (jaket hitam) menyerahkan surat BKWK kepada Abdul Razak, Rabu (21/8).FOTO ISTIMEWA
+Pergantian Pimpinan Tak Pengaru
PALANGKA RAYA – Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Razak-Perdie M Yoseph mendapat tambahan perahu untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng 27 November mendatang.
Hal tersebut setelah pasangan ini mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo. Surat rekomendasi BKWK itu diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Ketua DPD Perindo Kalteng Sengkon.
“Ya, betul sudah saya terima bersama Pak Perdie. Dengan Partai Perindo, kemarin juga sudah dari Golkar,” kata Abdul Razak, Rabu (21/8).
Abdul Razak menyebutkan, nantinya koalisi menuju menuju Pilkada 2024 juga terbuka dengan partai politik (parpol) lain. Ini artinya rekomendasi tidak hanya datang dari DPP Perindo, tapi dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mendapatkan dukungan dari partai lain.
“Yang pasti ada, selain Perindo yang hari ini (Rabu) kami terima. Nanti ada partai lain yang juga siap maju bersama, tapi itu (parpol) tidak perlu saya sebutkan,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kalteng Yurikus Dimang menyebutkan, rekomendasi tersebut tentunya bentuk kepercayaan Partai Perindo pada pasangan Abdul Razak-Perdie M Yoseph untuk mengarungi Pilkada Kalteng.
Yurikus menyebutkan, DPP Perindo juga menyerahkan surat rekomendasi kepada Fairid Naparin sebagai Bakal Calon Wali Kota Palangka Raya. Rekomendasi ini tentu menambah kekuatan koalisi, mengingat sebelumnya sejumlah partai politik sudah menyerahkan BKWK untuk Pilkada Kota Palangka Raya.
“Untuk Pilgub dan Pilwali dari Perindo sudah diterima, ini tentu kehormatan bagi kita karena mendapat kepercayaan dari Perindo,” ucapnya.
Mengingat waktu pendaftaran calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah tinggal beberapa hari lagi, maka pihaknya saat ini sudah mempersiapkan berkas syarat pendaftaran. Dengan Golkar 8 kursi dan Perindo 1 kursi, total 9 kursi, maka Razak-Perdie siap bertempur di Pilgub Kalteng.
“Kalau aturannya kan 27-29 Agustus ini, jadi ya tinggal beberapa hari saja. Tapi sambil berjalan saja kita siapkan berkas persyaratan pencalonan,” pungkasnya.
Pergantian Pimpinan Tak Pengaru
Kepemimpinan baru Partai Golkar di bawah Bahlil Lahadalia tidak akan mengubah keputusan pengurus lama dalam pemberian surat rekomendasi untuk calon kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Bappilu Golkar Kalteng Yurikus Dimang. Menurutnya, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar, sudah disepakati surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh pengurus sebelumnya dan akan tetap dipertahankan di pengurus baru. Yurikus menegaskan, DPD I Golkar seluruh Indonesia telah menyetujui hal tersebut.
“Tidak ada perubahan sekalipun meski Ketua Umum berganti dari Airlangga Hartarto ke Bahlil Lahadalia. Jadi tidak ada yang berubah dalam pemberian surat rekomendasi untuk Abdul Razak-Perdie M Yoseph sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditelah diusung,” kata Yurikus saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).
Sebelumnya, banyak orang yang mengkhawatirkan bergantinya kepemimpinan di Golkar akan memengaruhi pemberian surat rekomendasi untuk calon kepala daerah. Namun, pernyataan dari Yurikus Dimang ini memastikan hal tersebut tidak akan terjadi.
“Golkar tetap konsisten dengan keputusan yang telah diambil pengurus sebelumnya dan akan berjalan di pengurus yang baru,” tandas Yurikus.
Selain itu, Yurikus juga menanggapi terkait Edy Pratowo yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS menjadi wakil dari Agustiar Sabran untuk bertarung di Pilgub Kalteng.
”Mungkin secara pribadi beliau sudah berbicara ke pimpinan Golkar Provinsi persoalan pribadinya yang mengikuti sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur tidak diusung oleh Golkar,” ujarnya,
Dia menyebut, pilihan Edy Pratowo yang tetap menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur meskipun tak diusung Partai Golkar sendiri sudah tentu ada risikonya.
”Apakah nanti keluar dari partai, intinya sesuai aturan lah, aturannya bagaimana nanti,” ucapnya.
Yurikus mengungkapkan, di dalam Partai Golkar terdapat mekanisme yang akan menentukan nasib Edy Pratowo setelah keikutsertaannya dalam Pilgub Kalteng.
”Kan ada mekanisme, apakah beliau mengundurkan diri, apakah partai menetapkan, semua ada aturan di partai kita. Kita melihat di koran-koran menerima ini itu, nanti mungkin yang bersangkutan lapor ke partai atau partai yang meminta dia untuk mengklarifikasi dan lain sebagainya,” terangnya.
”Secara formal beliau belum lapor seperti apa ke partai, sudah itu kita melihat di media, kita belum tahu maksud dan tujuan ini kan kita belum tahu kalau dari partai,” kata Yurikus. jef/rmp/ist





