-
SPIRIT POLITIK

Demokrat Belum Bahas Pengganti Agi-Saja

45
×

Demokrat Belum Bahas Pengganti Agi-Saja

Sebarkan artikel ini
Nadalsyah Koyem
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng) belum menggodok nama-nama potensial pengganti Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya (Agi-Saja) sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara 2025-2030.

Hal tersebut menyusul putusan MK yang mendiskualifikasi pasangan calon Agi-Saja karena terbukti melakukan money politics atau politik uang pada PSU Pilkada Barito Utara, beberapa waktu lalu.

Ketua DPD Partai Demokrat Kalteng H Nadalsyah Koyem menyebut pihaknya belum menyiapkan nama-nama potensial calon pengganti dan saat ini masih mendiskusikan langkah selanjutnya usai putusan MK.

“Sementara belum kami diskusikan nama-nama calon pengganti (Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya),” ungkap Koyem saat dihubungi Tabengan, Jumat (16/5).

Diketahui, paslon 02 Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya diusung dan didukung oleh gabungan koalisi Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Gerindra.

Ketika ditanya mengenai siapa nama sosok potensial pengganti paslon Agi-Saja, Koyem belum bisa menyampaikan hal tersebut.

“Sementara ini kami masih belum bisa menyatakan siapa paslon yang akan menggantikan Agi-Saja,” kata dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi sejumlah partai pengusung lainnya seperti Sekretaris DPD PDIP Golkar Sigit K Yunianto dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalteng Suhartono Firdaus belum menjawab saat dihubungi via aplikasi perpesanan.

Terpisah, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalteng Habib Ismail Bin Yahya menegaskan, sesuai amar putusan MK, Pilkada Barut akan digelar kembali melalui PSU, namun tanpa melibatkan 2 paslon yang sebelumnya didiskualifikasi.

“Artinya bukan Pilkada ulang secara menyeluruh, bukan kocok ulang partai. Partainya tetap sesuai koalisi kemarin, hanya orang-orangnya yang diganti,” katanya.

Menurut Habib, PKB bersama koalisi partai lain kini tengah menyiapkan dan menggodok tokoh baru pengganti H Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo (Gogo-Helo) untuk diusung dalam PSU yang harus digelar paling lambat 90 hari ke depan.

“Kita sudah mengantongi nama-nama siapa saja tokoh yang berpotensi memenangkan Pilkada Barito Utara,” ujarnya tanpa merinci siapa nama figur tersebut, kepada Tabengan, Jumat (16/5).

Ada yang Siap, Menolak dan Tunggu Perintah Partai

Masyarakat Barut belakangan ini disibukkan dengan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan mengikuti pertarungan politik pasca putusan diskualifikasi 2 calon sebelumnya.

Banyak nama bermunculan di hadapan publik dan menjadi perbincangan di jagat maya serta sejumlah perkumpulan. Selain Muhlis dan Shalahuddin, nama lain mencuat, mulai dari Ketua DPRD Barut Hj Mery Rukaini, Pj Sekda Barut Jufriansyah, Nuryakin, Hj Tajeri, Hasrat, Taufik Nugraha, Jimmy Charter, Surya Baya, Sugianto Panala Putra dan Paning Ragen.

Saat dikonfirmasi, beberapa nama tersebut ada yang bersedia, menolak, ada yang no coment dan ada juga yang menunggu perintah dari partai.

Hj Mery Rukaini yang diisukan sudah mendapat restu untuk maju sebagai calon Bupati dari Partai Demokrat belum bisa berkomentar. Saat dikonfirmasi media ini, Mery mengatakan belum bisa berkomentar.

“Saya lagi ada rapat di Jakarta, belum bisa berkomentar soal itu. Nantilah mas,” ujar Mery saat ditelepon.

Saat ditanya, apakah Demokrat akan mengajukan calon sendiri, Mery juga belum bisa menjawab.

Selain Mery, Jufriansyah yang saat ini menjabat Pj Sekda Barut juga disebut-sebut untuk maju, namun ketika dikonfirmasi Jufriansyah langsung menepis. Dirinya kini sibuk menyelesaikan tugas di birokrasi.

“Belum berminat ke politik praktis mas. Saya masih fokus di birokrasi. Masih banyak tokoh lain di Barut ini yang mumpuni dan bisa memimpin,” jawabnya saat dimintai keterangan.

Sedangkan tokoh lain yang sudah bersedia jika dicalonkan adalah Ketua DPC Gerindra Barut, Haji Tajeri dan Ketua Partai Amanat Nasional, Hasrat.

“Siap 100 persen jika diperintahkan partai. Intinya itu. Apapun keputusan partai kita siap,” ujar Tajeri.

“Sebenarnya sangat berkehendak dan harus dari kader PAN. Akan tetapi kita masih memikirkan dengan partai koalisi,” jawab Hasrat yang merupakan Ketua DPC PAN Barut.

Hampir senada dengan Hasrat dan Tajari, politisi PDIP Taufik Nugraha saat dikonfirmasi mengucapkan terima kasih jika ada masyarakat yang mengusulkan dirinya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Barut. Akan tetapi, sebagai petugas partai tentu harus tunduk pada apa yang menjadi perintah partai.

“Pertama, salah satu perwakilan rakyat di DPRD saya mengucapkan terima kasih atas keinginan masyarakat mencalonkan saya, namun semua kembali kami salaku petugas partai akan selalu siap jika diberi mandat atau tidak diberi madat untuk berbuat yang terbaik bagi warga Barito Utara,” ujar pria yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Barut itu.

“Tapi untuk dari internal saya pribadi mendukung Ibu Henny untuk maju dari PDI Perjuangan,” tambahnya.

Terhadap sejumlah figur yang masuk dalam radar masyarakat untuk dicalonkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Barut, pengamat politik Erik SFil mengatakan, yang paling terpenting semuanya memiliki prinsip dan komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai demokrasi serta berintegritas

“Kita sudah menjadi sorotan karena politik uang dan disuruh Pilkada ulang, oleh karena itu figur-figur yang akan bertarung nanti harus benar-benar bisa mewujudkan nilai-nilai demokrasi. Selain itu, harus yang memiliki rekam jejak yang baik dan berintegritas,” terang pria lulusan Filsafat itu.

Hingga saat ini, situasi politik di Barut aman dan kondusif. Tentang siapa yang akan diusung untuk menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati, hampir semua partai masih berkonsolidasi dan menunggu rekomendasi dari pusat.

rmp/jef/c-old

-
-
-