PEMPROV KALTENG

DOA KEBANGSAAN LINTAS AGAMA-Gubernur Agustiar Tekankan Pentingnya Kerukunan di Kalteng

9
×

DOA KEBANGSAAN LINTAS AGAMA-Gubernur Agustiar Tekankan Pentingnya Kerukunan di Kalteng

Sebarkan artikel ini
DOA KEBANGSAAN LINTAS AGAMA-Gubernur Agustiar Tekankan Pentingnya Kerukunan di Kalteng
SINERGITAS – Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, Pangdam Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Forkopimda Kalteng, FKUB Kalteng, dan seluruh jajaran pemerintah Provinsi Kalteng melaksnakan doa kebangsaan lintas agama di Palangka Raya, Selasa (2/9).FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, suku, dan budaya di Bumi Tambun Bungai. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan doa bersama kebangsaan lintas agama tahun 2025, di Palangka Raya, Selasa (2/9).

“Kita sangat majemuk, baik dari segi agama, suku maupun budaya. Kuliah Menteng dikenal dengan rumah betang. Rumah betang itu rumah besar, rumah panjang. Di situ sendiri ada banyak suku, kurang lebih 60-an. Agamanya ada lima, Kaharingan, Nasrani, Katolik, Muslim, Buddha, seperti tadi yang baca doa,” kata Agustiar.

Ia menjelaskan, filosofi rumah betang yang menjadi identitas masyarakat Dayak mengajarkan nilai kebersamaan, kejujuran, dan penghormatan terhadap hukum adat maupun hukum negara. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan Pancasila.

“Kenapa suku rumah betang sama dengan Pancasila? Rumah betang itu kebersamaan, kesetaraan, kejujuran, menghormati hukum adat dan hukum resmi. Kalau kita analogikan dengan Pancasila, mirip kebersamaan. Pancasila keempat sama juga dengan sila pertama, sila ketiga, dan yang lain juga mirip. Dalam konteks inilah kegiatan doa bersama ini sangat penting untuk diselenggarakan,” ujarnya.

Agustiar mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama, menjauhi perpecahan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak keharmonisan.

“Perbedaan agama, suku maupun budaya bukanlah hal yang perlu dipertentangkan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan membangun bersama. Rehabilitasi ini, umat beragama adalah sebuah kremis sedang. Makna perkembangan agama adalah memiliki restorasi pada setiap perbedaan, saling menerima dan menghargai, sehingga tercipta keharmonisan di masyarakat Kalimantan, khususnya Indonesia,” jelasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah tidak anti kritik dan selalu siap menerima masukan dari masyarakat.

“Kami juga mohon doa istri dan dukungannya. Ingatkan kami kalau ada salah dalam kepemimpinan kami. Kami tidak anti kritik, tolong tegur. Ingatkan kami, jangan sampai salah melangkah,” tegas Agustiar.

Ia menambahkan, kekuatan persatuan merupakan kunci dalam membangun Kalteng.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kalau kita bersama, kita akan kuat. Tidak mudah diobok-obok orang lain. Apalagi Kalimantan Tengah dikenal dengan umat yang menjunjung tinggi keagamaan dan kebersamaan,” pungkasnya. ldw