Hukrim

Polisi Buru Pedagang Es Teler dan Roti Bakar, Selidiki Dugaan Keracunan Maut Kotim

21
×

Polisi Buru Pedagang Es Teler dan Roti Bakar, Selidiki Dugaan Keracunan Maut Kotim

Sebarkan artikel ini
Polisi Buru Pedagang Es Teler dan Roti Bakar, Selidiki Dugaan Keracunan Maut Kotim
Polisi Buru Pedagang Es Teler dan Roti Bakar, Selidiki Dugaan Keracunan Maut Kotim

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID Kasus dugaan keracunan es teler dan roti bakar yang dialami 5 warga Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga memakan korban jiwa, masih ditangani petugas medis di RSUD dr Murjani Sampit.

Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany mengatakan korban dugaan keracunan makanan yang sedang dirawat di rumah sakit, sampai sekarang masih dilakukan observasi.

“Pasien yang rawat inap sedang kami observasi,” ujarnya, dikonfirmasi Tabengan, Selasa (9/12).

Sementara itu, Polres Kotim melalui Polsek Telawang melakukan penyelidikan intensif terkait kasus dugaan keracunan satu keluarga di Kecamatan Telawang yang mengakibatkan balita berusia 13 bulan meninggal dunia.

“Benar. Saya sudah perintahkan pada anggota untuk menyelidiki kasus tersebut,” kata Kapolsek Telawang Ipda Budi Hartono via telepon, Selasa (9/12), seperti dilansir Antara.

Ia pun menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan hasil monitoring dan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) di lapangan terkait dugaan keracunan makanan di Desa Sebabi Kecamatan Telawang.

Kronologis kejadian, Minggu (7/12), sekitar pukul 14.30 WIB Puskesmas Sebabi menerima pasien balita dalam keadaan lemas disertai muntah-muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan medis korban diduga mengalami keracunan.

Kemudian, pihak Puskesmas Sebabi merujuk korban RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari kejadian ini diketahui bahwa masih ada korban yang lain yang juga mempunyai gejala yang sama.

Keluarga korban yang lain juga diminta dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis. Selanjutnya pada pukul 17.00 WIB, semua korban dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Total ada lima penderita dalam insiden ini, yakni Ajudinur (kakek) berusia 46 tahun, Fatmawati (nenek) berusia 44 tahun, Habibah 17 tahun, satu anak berusia 6 tahun dan satu anak berusia 13 bulan.

“Namun malang, meski sempat dirujuk ke rumah sakit, pada Senin (8/12) korban atas nama Shazia dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, pada Jumat (5/12), salah seorang anggota keluarga tersebut membeli es teler dan roti bakar di Pasar Simpang Sebabi, lalu dikonsumsi bersama keluarga.

Hingga kini polisi masih menelusuri pedagang penjual jajanan yang menyebabkan keracunan tersebut.

“Saat ini kami masih di lapangan. Jika ada perkembangan lebih lanjut, nanti akan kami sampaikan kembali,” kata Budi.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Anggun Iman Hernawan menyampaikan, pasien yang mengalami keracunan makanan masih dalam perawatan di RSUD dr Murjani Sampit.

“Pasiennya kakak beradik. Pasien balita yang meninggal Senin subuh kemarin, sedangkan kakaknya masih dirawat inap di rumah sakit,” ucap dr Iman.

Pernyataan dari dokter ini mengonfirmasi penyebab sakit yang dialami para korban bahwa benar diakibatkan keracunan makanan. Disampaikan pula, ketika tiba di rumah sakit kondisi pasien sudah memburuk.

Sementara itu, Camat Telawang Deddy Jauhari mengaku telah menerima informasi tersebut dan telah mengunjungi korban dan keluarga untuk menyampaikan rasa turut berduka sekaligus memotivasi agar pihak yang bersangkutan tetap tabah.

“Kami turut prihatin dengan kejadian ini dan berharap pihak keluarga tetap diberikan ketabahan,” ucapnya.

Belajar dari kejadian ini, Deddy menyampaikan bahwa pihaknya akan membuat imbauan baik secara lisan maupun tertulis kepada masyarakat dan pedagang jajanan atau makanan dan minuman agar kejadian serupa tidak terulang.

“Salah satu poin yang kami imbau kepada para pedagang adalah agar mereka memastikan bahwa bahan yang mereka gunakan untuk jualan itu betul-betul higienis dan tempat berjualan juga bersih. Lalu, kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli makanan khususnya jajanan untuk anak-anak,” demikian Deddy. c-may/ist