Spirit Kalteng

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Barito Timur 

37
×

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Barito Timur 

Sebarkan artikel ini
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Barito Timur 
Kepala BP-BPK Kalimantan Tengah Ahmad Toyib

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BP-BPK) Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Barito Timur. Banjir tersebut mulai terjadi pada Senin, (15/12), dan hingga pukul 18.00 WIB masih berdampak pada sejumlah wilayah.

Kepala BP-BPK Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, berdasarkan laporan terbaru, banjir melanda tiga kecamatan dengan total lima desa yang terdampak.

“Perkembangan kejadian banjir di Kabupaten Barito Timur , tercatat satu kabupaten terdampak dengan tiga kecamatan dan lima desa,” ujar Ahmad Toyib, Selasa (16/12).

Ia merinci, banjir pertama terjadi di Kecamatan Awang yang meliputi Desa Tangkan, Desa Mansiwui, dan Desa Hayaping. Di wilayah ini tercatat sebanyak 56 kepala keluarga atau 186 jiwa terdampak. Selain itu, satu fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, dua titik jalan, serta 50 bangunan rumah dilaporkan terendam air. Untuk mendukung kebutuhan warga, telah disiapkan tiga dapur umum.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Dusun Timur, tepatnya di Desa Haringen. Di wilayah tersebut, sebanyak 25 kepala keluarga terdampak, serta satu fasilitas pendidikan turut terimbas genangan air.

Di Kecamatan Paku, banjir melanda Desa Paku Beto. Dampak banjir di desa ini cukup signifikan dengan jumlah warga terdampak mencapai 130 kepala keluarga atau 401 jiwa. Satu fasilitas pendidikan dilaporkan ikut terdampak.

“Secara keseluruhan, total dampak banjir di Kabupaten Barito Timur meliputi 211 kepala keluarga atau 587 jiwa, satu fasilitas kesehatan, satu tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, dua titik jalan, serta 50 bangunan rumah terendam,” jelas Ahmad Toyib.

Ia menambahkan, BP-BPK Provinsi Kalimantan Tengah terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, aparat kecamatan, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

“Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring kondisi di lapangan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.ldw