
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kekayaan budaya Bumi Tambun Bungai kembali mencuri perhatian publik nasional hingga mancanegara dalam kegiatan harmoni budaya nusantara, yang digagas oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Palangka Raya bersama dengan Dewan Kesenian Kota Palangka Raya.
Tarian tradisional Dayak khas Kota Palangka Raya tampil memukau di Panggung Budaya Praharsacitta Desa Ungasan Pulau Dewata, Bali, Senin (15/16) menjadi media strategis Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkenalkan identitas daerah sekaligus memperluas jejaring promosi pariwisata lintas wilayah.
Tampil setelah pertunjukan tari kecak ikon budaya Bali, para penari Dayak tampil dengan penuh penghayatan meski hujan mengguyur arena pementasan, dengan membawakan nyanyian dengan judul Tatu Hiang dan lagu oh palangka raya, kemudian dilanjutkan dengan lelantunan lagu etnik karungut Dayak, dan tarian khas wadian dadas serta tarian mandau apang .Alih-alih mengurangi pesona, suasana tersebut justru menghadirkan kesan magis yang membuat wisatawan semakin terpikat.
Antusiasme penonton terlihat dari riuh tepuk tangan dan sorakan yang mengiringi setiap gerakan tari. Wisatawan domestik maupun mancanegara tampak terpesona oleh harmoni gerak, denting musik pengiring, serta busana adat yang merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin didampingi Ketua TP-PKK Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naprin menyebut bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari strategi memperkuat hubungan antardaerah melalui jalur kebudayaan.
“Melalui diplomasi budaya seperti ini, kami ingin membangun jejaring kerja sama dengan daerah lain, khususnya dalam promosi dan pengembangan pariwisata. Budaya menjadi bahasauniversal yang mudah diterima oleh semua kalangan,” ujar Fairid, di Bali, Senin (15/12).
Menurutnya, Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia menjadi etalase yang tepat untuk memperkenalkan potensi Palangka Raya kepada publik global. Dengan tampil di hadapan wisatawan dari berbagai negara, Palangka Raya berpeluang besar memperluas daya tariknya sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya.
“Ketika budaya Palangka Raya tampil di Bali, maka pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa Palangka Raya juga memiliki kekayaan seni dan pariwisata yang patut dikunjungi,” katanya.
Lebih lanjut, Fairid menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya juga menjajaki peluang kerja sama dengan pemerintah setempat, untuk saling mendukung promosi destinasi wisata. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran wisatawan sekaligus menguatkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan bersama, baik festival budaya, promosi wisata, maupun program pengembangan pariwisata lainnya,” pungkasnya. nws





