PEMKO PALANGKA RAYA

BBM Naik, Tiket Sulit, Pemko Terkendala Perjalanan Dinas

48
×

BBM Naik, Tiket Sulit, Pemko Terkendala Perjalanan Dinas

Sebarkan artikel ini
BBM Naik, Tiket Sulit, Pemko Terkendala Perjalanan Dinas
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok dan biaya logistik, tetapi juga dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas pemerintahan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyebut, saat ini akses masuk ke Kota Palangka Raya mengalami kendala akibat keterbatasan tiket penerbangan yang turut menghambat perjalanan dinas para pejabat.

“Kalau kita lihat sekarang ini, maskapai juga agak sulit masuk ke Kota Palangka Raya. Memang perjalanan dinas ini, Pak Wali sudah menginstruksikan kepada seluruh OPD agar yang sifatnya benar-benar urgen saja yang dilakukan,” sebutnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, perjalanan dinas yang bersifat penting seperti menghadiri undangan strategis tetap diperbolehkan. Begitu juga dengan kegiatan konsultasi dan koordinasi yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota.

Namun, untuk perjalanan yang sifatnya tidak mendesak atau tidak berdampak signifikan, diminta untuk ditunda sementara waktu. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi sekaligus menyesuaikan dengan kondisi transportasi yang belum stabil.

“Kalau sekadar konsultasi yang mungkin tidak memberikan dampak, ya ditunda dulu,” tegasnya.

Tak hanya soal keberangkatan, kendala juga terjadi pada perjalanan kembali ke Palangka Raya. Bahkan, sejumlah kepala OPD yang tengah melakukan perjalanan dinas di luar daerah dilaporkan belum bisa kembali karena keterbatasan tiket penerbangan.

“Keluar itu relatif lebih mudah, tapi kembalinya yang sulit. Ada beberapa kepala OPD yang masih tertahan karena tiketnya terbatas,” tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait telah melakukan koordinasi dengan pihak maskapai dan pengelola bandara, termasuk Angkasa Pura, guna mencari solusi atas keterbatasan penerbangan.

Adanya kondisi ini pemerintah kota pun dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga efektivitas kinerja, di tengah keterbatasan mobilitas yang ada. nws/fwa-red