Hukrim

MASALAH SENGKETA LAHAN-3 Pembunuh 1 Keluarga Ditangkap

49
×

MASALAH SENGKETA LAHAN-3 Pembunuh 1 Keluarga Ditangkap

Sebarkan artikel ini
MASALAH SENGKETA LAHAN-3 Pembunuh 1 Keluarga Ditangkap
UNGKAP PEMBUNUHAN-Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan dan Kasubsipenhumas Iptu Novendra WP, memberikan keterangan kepada pers, Selasa (21/4/2026). FOTO TABENGAN/ARNOLD

+Kapolres: Sudah Direncanakan, Gunakan Parang dan Senpi

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengamankan tiga terduga pelaku pembunuhan berinisial VN, LK, dan SA. (2 laki-laki dan 1 perempuan).

“Kami memastikan telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Jumlah korban enam orang, lima meninggal dunia dan satu mengalami luka berat. Motif sementara terkait sengketa lahan,” ujarnya saat jumpa pers, Selasa (21/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan hutan dekat jalan hauling perusahaan di kilometer 95 wilayah Teweh Timur. Konflik dipicu oleh klaim kepemilikan lahan antara dua pihak yang tidak menemukan titik temu hingga berujung kekerasan.

Polisi menyebutkan dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga menggunakan senjata tajam jenis parang atau mandau. Selain itu, polisi juga tengah mendalami kemungkinan penggunaan senjata api rakitan, setelah adanya keterangan saksi yang mendengar suara letusan saat kejadian berlangsung.

“Untuk barang bukti masih kami kembangkan karena sempat dihilangkan oleh pelaku,” tambah Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermawan, mengungkapkan bahwa antara korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga.

“Korban satu keluarga, pelaku juga memiliki hubungan keluarga. Permasalahan ini sudah lama dan dipicu sengketa lahan,” jelas AKP Ricky Hermawan.

Para pelaku dibidik Pasal 459 KUHP Baru tentang pembunuhan berencana. “Pasal yang kita kenakan adalah 459 KUHP baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, polisi menyampaikan bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari melakukan penyerangan hingga membakar lokasi kejadian.

Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain serta melengkapi barang bukti.

Proses autopsi terhadap para korban juga masih berlangsung untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Korban Kritis Dioperasi

Operasi korban kasus pembantaian sadis atas nama Alfian di perbatasan Kalteng-Kaltim berjalan lancar. Operasi yang dijalankan di RSUD Muara Teweh, Senin (20/4/2026) itu melibatkan 2 orang dokter spesialis.

Direktur RSUD Muara Teweh, dr Hj Wahidah Asurawati melalui humasnya Amrulah mengatakan, proses operasi berjalan lancar.

“Proses operasinya berjalan lancar, aman dan terkendali mas. Jenis operasinya ya operasi besar,” ujar Amrulah, Selasa (21/4/2026).

Saat ditanya terkait jumlah tim dokter yang dikerahkan dalam menangani Alfian, Amrulah mengatakan ada 9 orang yang terdiri dari dokter spesialis bedah, dokter anstasi, 2 perawat anestasi dan 5 perawat lainnya yang membantu.
“Dokter spesialis bedah 1 orang, dokter spesialis anestesi 1 orang, 2 perawat anestesi, dan 5 tim perawat. Totalnya ada 9 orang,” ujarnya.
Lebih lanjut ditanya terkait lamanya operasi, Amrulah mengatakan proses operasi dimulai pukul 19.50 WIB dan berakhir pukul 21.00 WIB
” Rencananya pukul 20.00 WIB tetapi sedikit dimajukan ke pukul 19.50 WIB Selesainya pukul 21.00 WIB. Sekitar 70 menit lamanya operasi,” ujarnya.
Saat ini, korban dirawat di ruang Teratai dan kondisinya stabil setelah dilakukan penanganan intensif oleh pihak RSUD sejak kemarin.
Di akhir perbincangan saat ditanya terkait kelima jenazah, Amrulah mengatakan masih di RSUD Muara Teweh dan sedang menunggu proses otopsi oleh tim dokter forensik.

Alfian merupakan warga Benangin II dan salah satu dari 6 korban pembunuhan di perbatasan Kalteng-Kaltim yang selamat. Lima orang lainnya tewas. old/fwa-red