Hukrim

Kobar Dilanda Badai Angin, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Berhamburan

36
×

Kobar Dilanda Badai Angin, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Berhamburan

Sebarkan artikel ini
Kobar Dilanda Badai Angin, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Berhamburan
EVAKUASI-Personel TRC BPBD Kobar mengevakuasi pohon tumbang akibat badai angin. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diterjang badai angin kencang pada Jumat (19/12) sore. Terjangan angin yang berlangsung hingga hampir tiga jam tersebut menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik, kerusakan infrastruktur jalan, serta merusak atap dan bangunan pemukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak melakukan penanganan darurat pascakejadian. Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni melalui Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Andan Santana, mengatakan pihaknya menurunkan tiga regu inti ditambah regu tambahan dengan total 23 personel.

“Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi serta kerusakan pada pemukiman warga. Untuk penanganan awal, kami menurunkan tiga regu inti dan regu tambahan dengan total 23 personel,” ujarnya, Sabtu (20/12).

Akibat pohon tumbang tersebut, sejumlah kabel PLN dan Telkom turut rusak sehingga menyebabkan pemadaman listrik serta terganggunya jaringan komunikasi di beberapa wilayah.

Adapun titik penanganan pohon tumbang meliputi Jalan Samari (dua pohon), Jalan Bhayangkara (satu pohon), Jalan Lanud Iskandar (dua pohon), Jalan Pemuda (dua pohon), Jalan HM Rafi’i (satu pohon), Jalan Iskandar (satu pohon), serta Gang Markisa (satu pohon).

Selain itu, BPBD Kobar juga melakukan penanganan kerusakan di pemukiman warga, di antaranya di RT 25 Kelurahan Madurejo, di mana teras rumah warga mengalami kerusakan berat. Kerusakan juga terjadi pada warung makan Cak Dedi Lamongan di Jalan Ahmad Wongso RT 25 Kelurahan Madurejo, dengan kondisi atap, kamar, dan dapur rusak berat.

“Penanganan pascakejadian kami lakukan hingga pukul 20.30 WIB. Karena kondisi gelap dan minim penerangan, sebagian penanganan dilanjutkan pada Sabtu pagi,” jelas Andan.

Pada Sabtu (20/12), TRC BPBD Kobar kembali melanjutkan penanganan di sejumlah lokasi lain, seperti halaman Kantor Kecamatan Arut Selatan, belakang Kantor Kecamatan Kumai, Jalan Delima yang menimpa teras rumah warga, Kedai Sultan Istana Kuning yang roboh ke arah jalan, rumah warga di Jalan Mangga I RT 20 Kelurahan Madurejo, belakang eks Kantor Pelni jalur Gigi Togar, rumah warga di Jalan Bhayangkara BTN Green House Nomor 08, halaman Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, area dekat Aula Polres Kobar (sekitar SMAN 1 Pangkalan Bun), serta Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, yang dilaporkan mengalami banyak kerusakan berat.

Untuk mendukung operasi penanganan, BPBD Kobar mengerahkan satu unit mobil peralatan BPBD, satu unit mobil double cabin, satu unit mobil Kalaksa, 10 unit motor trail TRC, tiga unit chainsaw beserta perlengkapannya, tali pengaman, tali penarik, parang, dan trapicon.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun Nur Setiawan, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis kondisi atmosfer pada Jumat sore (19/12), cuaca ekstrem di wilayah Kobar dipengaruhi oleh fenomena Dipole Mode dengan indeks DMI -0,26 serta aktifnya gelombang Rossby Ekuator di wilayah Kalimantan.

“Kedua fenomena ini mengindikasikan peningkatan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan. Ditambah kondisi atmosfer yang tidak stabil serta kecepatan angin di lapisan atas lebih dari 15 knot,” jelasnya.

Ia menambahkan, angin kencang yang terjadi merupakan fenomena microburst, yakni hembusan angin kuat dari awan cumulonimbus (CB) sesaat sebelum hujan turun. Meski umum terjadi, pada kondisi tertentu awan CB dapat menghasilkan hembusan angin yang jauh lebih kuat dan merusak.

BPBD Kobar hingga kini masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan fasilitas umum dan pemukiman warga akibat terjangan badai angin tersebut. c-uli