PEMKO PALANGKA RAYA

Pemko Pantau Kondisi Korban Keracunan MBG Posyandu Harumanis

273
×

Pemko Pantau Kondisi Korban Keracunan MBG Posyandu Harumanis

Sebarkan artikel ini
Pemko Pantau Kondisi Korban Keracunan MBG Posyandu Harumanis
FOTO: Sekda Kota Palangka Raya Arbert Tombak dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan. FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menimpa masyarakat. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Posyandu Harumanis, Kota Palangka Raya, Kamis (5/2).

Diketahui berdasarkan informasi sementara, tujuh orang menjadi korban, dan kini telah dilarikan ke rumah sakit, empat di antaranya masih menjalani perawatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Arbert Tombak membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa dugaan keracunan berasal dari makanan MBG yang dikonsumsi para korban.

“Ya, ada keracunan dari sumber makanan MBG kalau tidak salah. Sudah kita dorong untuk dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Arbert saat dikonfirmasi, Jumat (6/2).

Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit guna memastikan kondisi para korban.

“Kami sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk mengecek ke rumah sakit, bagaimana kondisi sampai dengan hari ini,” jelasnya.

Arbert menegaskan, langkah pemerintah daerah saat ini lebih kepada meminimalisasi risiko agar insiden serupa tidak terulang.

“Kita tidak men-justice. Kita ingin mengurangi risiko ke depan agar tidak terulang lagi,” tegasnya.

Terkait jenis makanan yang diduga menyebabkan keracunan, Arbert mengaku hingga kini belum diketahui secara pasti.

“Belum, karena memang bukan kewenangan kita untuk melakukannya sampai ke sana ya. Kita hanya menjamin pelaksanaan makanan tambahan ini bisa terlaksana dengan tepat sasaran, terkait dengan problem itu nanti ada ada mekanisme tersendiri,” katanya.

Saat ditanya mengenai apakah seluruh dapur SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Arbert menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG wajib memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan, salah satunya dengan memiliki SLHS.

“Dari BGN, kalau sudah mengizinkan itu berdiri, berarti sudah tahapannya persyaratan sudah lengkap,” sebutnya.

Ia menambahkan, peran pemerintah daerah lebih kepada pemetaan sasaran penerima manfaat, mulai dari jumlah pelajar hingga posyandu yang akan difasilitasi, agar pelaksanaan program berjalan optimal dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menjelaskan, makanan MBG tersebut diantarkan sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, makanan tersebut tidak langsung dikonsumsi di lokasi.

“Informasi yang kami dapat, makanan itu tidak dimakan di lokasi, tapi dibawa pulang,” jelas Riduan.

Riduan menegaskan bahwa peran Dinas Kesehatan adalah memastikan program MBG tepat sasaran serta memenuhi standar keamanan pangan, termasuk memastikan seluruh penyedia MBG telah memiliki SHLS.

“Tugas kami memastikan MBG sampai ke penerima manfaat, seperti ibu hamil dan anak sekolah, serta memastikan semuanya sudah bersertifikat,” katanya.

Terkait jumlah korban, Riduan menyebutkan bahwa tujuh orang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun hanya sebagian yang harus menjalani perawatan intensif.

“Infonya tujuh, cuma yang dirawat itu empat orang,” ungkapnya.

Riduan memastikan pihaknya telah turun langsung ke dapur SPPG untuk melakukan pengecekan dan akan mengunjungi korban di rumah sakit guna memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

“Intinya Dinas Kesehatan memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan, dan kami akan datang ke rumah sakit,” pungkasnya.

Sementara data-data korban dihimpun, yakni Ny Mawar, Ghibran, Mama Devanka, Nabila humaira, Nadin (rawat inap ) + ayahnya, Ny Dian, Abah Abrar, Ahmad + Nabila S (membaik), Ny Mila (mm.Elzam), Zipora (sudah membaik), Zaidan ( membaik) Ny Khairunnisa. nws