Nasional

Rabu 18, Muhammadiyah Jalankan Puasa Ramadan, Hilal Tak Terlihat di Palangka Raya, Kalteng Tunggu Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H

387
×

Rabu 18, Muhammadiyah Jalankan Puasa Ramadan, Hilal Tak Terlihat di Palangka Raya, Kalteng Tunggu Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H

Sebarkan artikel ini
Rabu 18, Muhammadiyah Jalankan Puasa Ramadan, Hilal Tak Terlihat di Palangka Raya, Kalteng Tunggu Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H
Ramadhan - Kakanwil Kemenag Kalteng H. Muhammad Yusi Abdhian, S.H.I.,M.H.I bersama beberapa Organisasi Keagamaan Islam Kalteng melaksanakan Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1447H/2026 di Menara Masjid Raya Darussalam, Selasa.FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID–Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan pemantauan hilal penentu awal 1 Ramadan 1447 Hijriah di Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (17/2) petang. Berdasarkan hasil pemantauan, hilal tidak terlihat dan posisinya dilaporkan berada di bawah ufuk.

Laporan tersebut disampaikan oleh H. Muhammad Yusi Abdhian dalam prosesi penyampaian hasil rukyat yang digelar usai pemantauan.

“Izinkan saya menyampaikan laporan terkait dengan penyelenggaraan prosesi pemantauan Rukyatul Hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah untuk wilayah Kalimantan Tengah yang baru saja kita laksanakan tadi. Tentunya apa yang kita laksanakan dalam prosesi rukyatul hilal ini akan menjadi bahan untuk kita laporkan kepada Menteri Agama RI melalui Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama RI di Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke dalam Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang akan dilaksanakan nanti malam,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian hilal di Kota Palangka Raya pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H, diprakirakan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Ketinggian hilal tercatat minus 1 derajat 18 menit 27 detik pada saat matahari terbenam.

Secara astronomis, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H diprediksi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB atau setelah matahari terbenam. Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan masih sangat rendah bahkan berada di bawah ufuk di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga kecil kemungkinan dapat diamati.

Mengutip keterangan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, Arsad Hidayat, berdasarkan data hisab posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026 berada pada kisaran ketinggian minus 2 derajat 24,71 menit hingga 0 derajat 58,08 menit.

Hasil rukyat di Palangka Raya menyimpulkan bahwa hilal tidak terlihat. Selain faktor posisi yang berada di bawah ufuk, laporan juga menyebutkan kendala cuaca.

“Memperhatikan pada pelaksanaan hasil rukyat yang telah dilakukan oleh Tim Rukyat Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah bertempat di Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, disimpulkan bahwa pemantauan rukyat hilal dari tempat ini posisi di bawah ufuk sehingga tidak memenuhi kriteria bulan baru. Tidak ada laporan melihat hilal, meskipun cuaca cerah namun sempat tertutup awan,” jelasnya.

Laporan hasil hisab dan rukyat dari Kalimantan Tengah tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H yang digelar di Jakarta pada malam hari.

Sebelum menutup penyampaiannya, H. Muhammad Yusi Abdhian juga mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan selama bulan suci.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah mari kita bersama-sama menjaga kerukunan dan ketenteraman di bulan Ramadan yang suci ini, saling menghargai dan menghormati, serta meningkatkan toleransi sehingga bulan Ramadan pada tahun ini dapat kita jalani dengan suasana menyenangkan dan menenangkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan rukyat.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, semoga menjadi amal baik dan bermanfaat untuk kita dan bagi umat secara keseluruhan. Begitu juga dengan segala kekurangan dan keterbatasan dalam kegiatan kami, kami haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tutupnya.

Sementara itu, dilansir dari detikcom, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H yang diterbitkan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Dalam maklumat tersebut disebutkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan mulai berpuasa pada tanggal tersebut dan melaksanakan salat Tarawih pertama pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni metode perhitungan astronomis tanpa menunggu hasil rukyat atau pengamatan langsung hilal.ldw