Nasional

Andina Narang: Ini Bukan Merger, tetapi Ikhtiar Menyatukan Arah Bangsa

259
×

Andina Narang: Ini Bukan Merger, tetapi Ikhtiar Menyatukan Arah Bangsa

Sebarkan artikel ini
Andina Narang: Ini Bukan Merger, tetapi Ikhtiar Menyatukan Arah Bangsa
Ketua Umum DPP Garnita Malahayati Partai NasDem sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang

JAKARTA/TABENGAN.CO.ID— Ketua Umum DPP Garnita Malahayati Partai NasDem sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang mengajak publik membaca secara jernih perbincangan yang berkembang belakangan ini mengenai hubungan Partai NasDem dan Partai Gerindra. Menurut dia, komunikasi antar pemimpin partai dalam sistem presidensial adalah hal wajar dan semestinya ditempatkan dalam kerangka kepentingan bangsa, bukan langsung disederhanakan seolah-olah sebuah partai kehilangan identitas politiknya.

Sebagai Ketua Umum Garnita Malahayati Partai NasDem, Andina menegaskan pentingnya insan pers selalu menghadirkan karya jurnalistik yang seharusnya menjunjung tinggi etika pers, keberimbangan informasi, serta kehati-hatian dalam menyajikan visualisasi agar tidak menimbulkan tafsir yang merugikan.

“Visualisasi yang ditampilkan dalam pemberitaan dinilai merendahkan dan tidak menggambarkan realitas yang sebenarnya. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh merupakan Tokoh Bangsa yang selalu konsisten dan komitmen menjaga demokrasi Indonesia tidak boleh menjadi ajang politik pecah belah, polarisasi ekstrem, atau konflik identitas. Demokrasi Pancasila harus mengutamakan persatuan dan kesatuan NKRI,” tegas Andina

Ia juga menyampaikan bahwa Partai NasDem sangat menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, dengan harapan seluruh produk jurnalistik tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan informasi.

Peraturan dewan pers no 1 tahun 2025 pasal 8 ayat 1 mengatur mengenai Teknologi kecerdasan buatan yang digunakan dalam produksi karya jurnalistik dipastikan aman, andal, dan dapat dipercaya, sesuai dengan standar etika dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Bagi Andina, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Surya Paloh harus dibaca sebagai political will untuk menyatukan visi dan misi besar bangsa di tengah tantangan ekonomi, geopolitik, dan kebutuhan percepatan pembangunan.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak sinergi, lebih banyak komunikasi, dan lebih banyak kedewasaan politik. Kalau dua tokoh bangsa bertemu untuk menyamakan arah, itu justru harus dibaca sebagai ikhtiar memperkuat stabilitas dan efektivitas pemerintahan serta persatuan nasional,” ujarnya.

Ia juga menilai arah gerak Partai NasDem selama ini sudah sejalan dengan semangat pemerintahan. Menurut dia, dukungan kepada pemerintah tidak harus selalu diukur dari kehadiran kader di kabinet. Dukungan juga tercermin dari cara kader-kader NasDem di parlemen secara konstruktif aktif untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Berada bersama pemerintah bukan berarti NasDem tidak ada, apalagi kehilangan jati dirinya. Justru kedewasaan politik terlihat ketika sebuah partai tetap mandiri, tetap punya karakter, tetapi siap ikut memastikan agenda negara berjalan baik,” kata Andina.

Andina menekankan pentingnya menghadirkan edukasi politik yang sehat kepada publik. Menurutnya, masyarakat tidak boleh diajak melihat politik hanya sebagai arena transaksi atau sekadar perpindahan posisi. Politik, kata dia, juga merupakan seni membangun kepercayaan, menyatukan kekuatan nasional, dan merawat harapan publik.

“NasDem tidak sedang hilang. NasDem justru sedang menunjukkan kedewasaan politiknya. Bahwa demokrasi bukan hanya soal pemilu 5 tahunan, tetapi juga soal moralitas politik, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Di situlah semangat kebersamaan itu harus diletakkan bukan sebagai merger, melainkan sebagai ikhtiar menyatukan arah bangsa demi stabilitas, pembangunan, dan persatuan nasional,” tutupnya.dor/red