PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias terus mengingatkan masyarakat Kalteng untuk mewaspadai peredaran uang palsu, terutama menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan seperti Lebaran.
Meski diakuinya, kasus peredaran uang palsu di Kalteng termasuk minim, namun masyarakat tetap diingatkan untuk waspadai dan mengenali ciri keaslian uang menggunakan metode 3 D, Dilihat, Diraba dan Diterawang.
“Peredaran uang palsu itu biasanya akan meningkat jelang momentum seperti ini (Lebaran), untuk itu kami mengimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang di lokasi resmi yang sudah disediakan Bank Indonesia dan Perbankan. Jangan lupa juga untuk mengenali ciri keaslian uang, melalui 3 D,” jelas Yuliansah Andrias saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturahmi Ramadan bersama Insan pers di Aula Kantor BI Kalteng, Rabu (11/3/2026).
Kepala BI Kalteng juga menyampaikan bahwa kebutuhan uang tunai di Kalteng periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, diperkirakan mencapai Rp3,28 triliun, meningkat signifikan 91,9 persen dari tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini selaras dengan meningkatnya aktivitas ekonomi daerah, terutama sektor perdagangan, transportasi, serta konsumsi masyarakat selama momen Ramadan,” ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, Bank Indonesia menyiapkan Uang Pecahan Kecil (UPK) dalam pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000, sehingga dapat digunakan masyarakat dengan nyaman dan sesuai kebutuhan selama momen RAFI.
Dan melalui SERAMBI 2026, BI Kalteng melakukan layanan kas keliling hadir dengan cakupan lebih luas dan frekuensi lebih intens, menjangkau pusat aktivitas ekonomi seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan dan Pasar Rajawali, serta lokasi tematik seperti pondok pesantren, kawasan wisata, dan masjid-masjid yang menjadi titik pergerakan masyarakat selama Ramadan.
Pada jalur mudik Trans Kalimantan, kas keliling juga disiagakan di berbagai rest area strategis untuk memudahkan pemudik memperoleh uang tunai secara cepat, aman, dan tanpa hambatan.
Untuk memperluas akses resmi, total kuota penukaran uang baru di Kalteng mencapai 11.180 paket, masing masing bernilai Rp5,3 juta.
Jaringan layanan Rupiah turut diperkuat melalui 5 Kas Titipan di Buntok, Lamandau, Muara Teweh, Pangkalan Bun, dan Sampit, dengan intensitas distribusi uang yang ditingkatkan selama Ramadan untuk memastikan stok mencukupi dan tetap layak edar.
Berkaitan acara silaturahmi dan buka puasa bersama, Yuliansah Andrias turut mengapresiasi jalinan kerja sama yang baik selama ini dengan insan pers di Kalteng.
Ia berharap melalui acara ini menjadi momentum mempererat kemitraan antara Bank Indonesia dan jurnalis di Kalteng yang selama ini berperan penting menyampaikan informasi kebijakan ekonomi kepada masyarakat.
Sementara, mewakili Ketua Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng, Sekretaris PWI, Ika Lelunu menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kpw BI Kalteng beserta jajaran atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama.
“Silaturahmi ini penting untuk menjaga komunikasi yang sehat dan produktif antara lembaga dan media. Kami mengapresiasi Bank Indonesia Kalteng yang selama ini terbuka dalam memberikan informasi serta membangun kemitraan yang positif dengan insan pers,” kata Ika.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan rompi mitra Bank Indonesia secara simbolis kepada perwakilan wartawan dan memberikan santunan kepada puluhan anak-anak dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Palangka Raya.rca











