Ekobis

TAMPIL BEDA DI HARI KARTINI-Operator SPBU Kenakan Kebaya Layani Konsumen

51
×

TAMPIL BEDA DI HARI KARTINI-Operator SPBU Kenakan Kebaya Layani Konsumen

Sebarkan artikel ini
TAMPIL BEDA DI HARI KARTINI-Operator SPBU Kenakan Kebaya Layani Konsumen
KEBAYA KARTINI-Operator SPBU Yos Sudarso mengenakan kebaya saat melayani pengisian bahan bakar pada momentum peringatan Hari Kartini di Palangka Raya, Senin (21/4/2026). FOTO TABENGAN/DIRMANTIO EVENDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – – Suasana berbeda tampak di Stasius Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Yos Sudarso Induk, Palangka Raya, saat momentum peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2026).

Para operator perempuan terlihat anggun mengenakan kebaya saat melayani pembeli bahan bakar, menciptakan nuansa unik yang menarik perhatian masyarakat.

Di tengah aktivitas pengisian bahan bakar yang tetap berjalan normal, balutan kebaya yang dikenakan para petugas justru menghadirkan kesan hangat dan penuh semangat emansipasi. Meski tampil berbeda dari biasanya, pelayanan kepada konsumen tetap berlangsung cepat, tertib, dan profesional.

Pengawas SPBU Yos Sudarso, Martina Teresia Juwita, menyampaikan bahwa penggunaan kebaya dalam momentum Hari Kartini bukanlah hal baru. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan pihaknya setiap memperingati hari-hari tertentu.

“Ini sudah menjadi kebiasaan kami. Setiap momen tertentu, kami selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda, termasuk penggunaan kostum. Jadi terlihat lebih menarik dan memberikan suasana yang berbeda bagi konsumen,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep serupa juga kerap diterapkan pada peringatan lainnya, seperti Hari Pendidikan Nasional, dengan menyesuaikan tema yang relevan.

“Biasanya kami juga menyesuaikan dengan momen lain. Intinya, setiap peringatan tertentu kami coba hadir dengan konsep yang berbeda,” tambahnya.

Menurut Martina, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan suasana berbeda, tetapi juga menjadi bentuk pesan bahwa perempuan mampu bekerja di berbagai bidang, termasuk pekerjaan yang selama ini identik dengan laki-laki.

“Ini sebagai bentuk memperkenalkan bahwa perempuan juga mampu bekerja keras. Operator SPBU sering dianggap pekerjaan laki-laki, tapi di sini perempuan juga bisa, tidak takut panas, dan tetap profesional dalam bekerja,” ungkapnya.

Ia juga menilai sosok RA Kartini sebagai figur perempuan yang inspiratif dan relevan hingga saat ini.

“Kartini adalah sosok perempuan yang hebat, menginspirasi, dan membanggakan. Semangatnya masih relevan sampai sekarang, terutama bagi perempuan yang ingin terus maju,” ucapnya.

Meski mengenakan kebaya, pihak SPBU memastikan standar keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Para operator tetap menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai prosedur, seperti sepatu khusus operator, guna menjaga keamanan saat bekerja.

“Kami tetap mengutamakan pelayanan yang cepat dan keselamatan kerja. Jadi meskipun memakai kebaya, tidak ada kendala dalam melayani konsumen,” lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah konsumen mengaku terkesan dengan konsep yang dihadirkan SPBU tersebut. Selain memberikan pengalaman berbeda, tampilan para operator dinilai mampu menambah semangat dan keceriaan di tengah rutinitas harian.

Dengan menghadirkan inovasi sederhana namun bermakna, SPBU Yos Sudarso tidak hanya memberikan layanan bahan bakar, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang semangat emansipasi perempuan yang terus hidup dalam keseharian. dte/fwa-red