Nasional

Hari Kartini dan Kerja Nyata dari Kalimantan Tengah

134
×

Hari Kartini dan Kerja Nyata dari Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
Hari Kartini dan Kerja Nyata dari Kalimantan Tengah
Andina Thresia Narang, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hari Kartini tidak selalu harus dibaca lewat upacara, kutipan sejarah, atau seremoni tahunan. Di Kalimantan Tengah, momentum ini juga bisa dilihat dari bagaimana isu-isu publik yang dekat dengan kehidupan warga terus diperjuangkan, mulai dari pendidikan, akses internet, perumahan layak, hingga penguatan posisi daerah di tingkat nasional. Di titik inilah, semangat Kartini terasa lebih hidup, yakni ketika peran perempuan hadir dalam kerja yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bagi daerah seperti Kalimantan Tengah, isu-isu itu bukan perkara kecil. Pendidikan tetap menjadi kebutuhan dasar yang menentukan masa depan generasi muda. Akses internet semakin penting karena berkaitan dengan sekolah, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi warga. Di sisi lain, kebutuhan rumah layak huni masih menjadi persoalan sehari-hari di banyak tempat. Sementara dalam skala yang lebih luas, penguatan kapasitas daerah juga terus menjadi pembicaraan penting, termasuk dalam kaitannya dengan posisi strategis Kalimantan Tengah di tingkat nasional.

Di tengah rangkaian isu tersebut, Andina Thresia Narang, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah, turut menaruh perhatian pada agenda-agenda yang langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Pada bidang pendidikan, Andina mengawal Program Indonesia Pintar agar menjangkau pelajar di Kalimantan Tengah. Pada bidang konektivitas, Andina juga menyoroti pentingnya perluasan akses internet di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan. Dalam urusan perumahan, Andina ikut memberi perhatian pada Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang menyentuh kebutuhan dasar warga dan bagi Kelompok–Kelompak tani agar dapat memanfaatkan dan merasakan teknologi seperti Traktor, mesin pompa air dan saluran irigasi yang baik dalam menunjang hasil panen yang maksimal.

Yang menarik, isu-isu itu menunjukkan bahwa kerja politik tidak selalu harus tampil dalam bentuk pernyataan besar. Sering kali, ukuran kerja justru terlihat dari konsistensi mengawal program yang manfaatnya dekat dengan masyarakat. Program pendidikan membantu pelajar tetap bertahan dalam akses belajar. Internet membuka jalan bagi layanan yang lebih cepat dan peluang yang lebih luas. Bantuan rumah swadaya menyentuh kebutuhan dasar yang sangat riil dalam kehidupan warga dan pemantapan swasembada pangan bagi petani – petani di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam konteks seperti ini, Andina hadir bukan semata sebagai figur politik, tetapi sebagai bagian dari saluran yang membawa kebutuhan daerah ke tingkat nasional.

Perhatian Andina juga bergerak pada isu yang lebih strategis bagi Kalimantan Tengah, yaitu dorongan peningkatan Korem menjadi Kodam. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga menyangkut posisi daerah, kapasitas kelembagaan, dan perhatian negara terhadap Kalimantan Tengah. Karena itu, dorongan semacam ini punya arti lebih luas daripada sekadar usulan administratif. Ada kepentingan jangka panjang daerah yang ikut dibawa ke ruang kebijakan nasional. Di sinilah Andina tampak tidak hanya berbicara soal program sosial, tetapi juga soal agenda strategis daerah.

Hari Kartini pada akhirnya menjadi relevan ketika perempuan tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi juga ikut menjaga agar isu-isu publik tetap diperjuangkan. Di Kalimantan Tengah, semangat itu bisa dibaca dari upaya mengawal pendidikan, konektivitas, perumahan, dan penguatan posisi daerah secara lebih konsisten. Andina menjadi bagian dari alur tersebut secara wajar, tidak sebagai pusat sorot tunggal, tetapi sebagai salah satu suara yang membawa kebutuhan daerah ke tingkat yang lebih luas. Dengan cara itu, Hari Kartini tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, melainkan hadir dalam kerja publik yang terasa manfaatnya.

Di dalam banyak kesempatan Andina menyampaikan harapannya untuk dapat menjadi sosok yang dapat menginspirasi bagi banyak putri–putri Kalimantan Tengah agar selalu bermimpi besar dan tidak mudah menyerah dalam mewujudkan ide–ide besar bagi daerah.

Ini tentang berani bermimpi, berpikir kritis, dan berkarya tanpa henti, serta mewujudkan “Habis Gelap Terbitlah Terang” melalui aksi nyata, ujar Andina.

Selamat Hari Kartini. “Teruslah berkarya, berinovasi, dan menjadi perempuan tangguh di dunia profesional maupun personal”. dy/red